Ranah

Pemkab Pesisir Selatan Ajukan Anggaran Rp198 Miliar demi Pacu Kualitas Pendidikan

21
×

Pemkab Pesisir Selatan Ajukan Anggaran Rp198 Miliar demi Pacu Kualitas Pendidikan

Sebarkan artikel ini
pemkab-pesisir-selatan-ajukan-anggaran-rp198-miliar-untuk-akselerasi-mutu-pendidikan
Pemkab Pesisir Selatan Ajukan Anggaran Rp198 Miliar untuk Akselerasi Mutu Pendidikan

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengajukan usulan anggaran strategis senilai Rp198,86 miliar kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna mengakselerasi kualitas pendidikan daerah.

Proposal tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, kepada Sekretaris Jenderal Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Dr. Eko Susanto, di Jakarta pada Kamis (9/7).

Agenda strategis yang didampingi oleh Kepala BBPMP Sumatera Barat, Dr. Khairullah, ini memprioritaskan perbaikan infrastruktur fisik serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik secara menyeluruh.

Program kerja tersebut mencakup langkah revitalisasi ruang kelas serta pemenuhan kebutuhan mobiler siswa di berbagai satuan pendidikan.

Pemerintah daerah juga membidik pembangunan 38 unit sekolah PAUD baru demi memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di nagari yang selama ini masih minim fasilitas.

Transformasi digital menjadi agenda utama melalui pengajuan pengadaan Papan Interaktif Digital (PID) bagi 684 sekolah sebagai sarana penunjang pembelajaran modern.

Hendrajoni menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan intensif yang berfokus pada koding dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.

Selain inovasi teknologi, pemerintah daerah turut mendesak optimalisasi tata kelola Dana BOS serta penyelesaian kendala teknis terkait penggajian guru PPPK dan PPPK paruh waktu.

Bupati menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan merupakan pilar fundamental dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul di Pesisir Selatan.

Dukungan nyata dari pemerintah pusat dipandang sangat krusial agar pemerataan kualitas pendidikan dapat terealisasi secara optimal.

Manajemen pendidikan yang lebih tertata diharapkan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan tenaga pengajar sekaligus mendongkrak prestasi peserta didik.

“Semoga kolaborasi ini membawa pendidikan di Pesisir Selatan semakin berkualitas, maju, dan mampu melahirkan generasi yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” tutur Hendrajoni.