Ranah

PT KAI Percepat Reaktivasi Jalur Kereta Api demi Tekan Kemacetan Sumbar

19
×

PT KAI Percepat Reaktivasi Jalur Kereta Api demi Tekan Kemacetan Sumbar

Sebarkan artikel ini
pt-kai-percepat-reaktivasi-jalur-kereta-api-di-sumbar
PT KAI Percepat Reaktivasi Jalur Kereta Api di Sumbar

Padang – Proyek ambisius Trans Sumatra Railways resmi dimulai melalui inisiatif reaktivasi jalur kereta api di Sumatra Barat.

Langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan konektivitas kereta api lintas pulau dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung demi menekan biaya logistik nasional.

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus agar seluruh pusat pertumbuhan ekonomi di lintas pulau terhubung melalui rute yang wajib melintasi Kota Padang.

Direktur Utama PT KAI, Bob Rasyidin, menempatkan Sumatra Barat sebagai pilar utama atau tulang punggung West Trans Sumatra Railway.

Pembangunan rel ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan dua fokus jalur utama.

Tahap pertama akan menghubungkan lintas Kayu Tanam, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga berakhir di Limbanang.

Rangkaian tahap kedua menyasar rute dari Padang Panjang menuju Singkarak, Kota Solok, Muaro Kalaban, hingga berakhir di Sawahlunto.

Anggota DPR RI asal Sumatra Barat, Andre Rosiade, menilai reaktivasi ini sebagai solusi mendesak untuk mengurai kemacetan yang kian kronis di jalur darat.

Kapasitas jalan raya saat ini dinilai sudah tidak mampu menampung lonjakan volume kendaraan yang terus meningkat.

Selama puluhan tahun, infrastruktur jalan menuju Bukittinggi dan Payakumbuh cenderung stagnan sehingga memicu kemacetan yang menjadi persoalan sehari-hari.

Tingginya antusiasme publik terhadap moda transportasi rel terbukti dengan pertumbuhan jumlah penumpang yang konsisten mencapai 16 persen setiap tahun.

Proyeksi pengguna jasa kereta api di Sumatra Barat diperkirakan mencapai 1,9 juta orang pada tahun 2025.

PT KAI kini tengah mematangkan Detailed Engineering Design (DED) yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.

Tahapan sosialisasi serta sterilisasi lahan dijadwalkan mulai awal 2027 dengan target operasional penuh tercapai sebelum 2029.

Tantangan utama proyek ini terletak pada pembersihan aset lahan seluas 11.000 hektar yang saat ini masih diduduki oleh bangunan liar.

Manajemen PT KAI optimistis proses percepatan akan berjalan lancar mengingat kepemilikan hukum atas aset tersebut berada sepenuhnya di bawah kendali perusahaan.

Selain memfasilitasi mobilitas warga, jalur ini akan menjadi motor penggerak sektor logistik dan pariwisata.

Transportasi massal ini dijadwalkan menjadi tulang punggung distribusi jutaan ton batu bara dari tambang PTBA di Sawahlunto mulai tahun 2027.

Di sektor pariwisata, PT KAI menyiapkan layanan premium seperti gerbong panoramik dan Nusantara Explorer untuk memanjakan 20 juta wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Barat setiap tahunnya.