Padang – Perumda Air Minum Kota Padang tengah berupaya memulihkan kualitas distribusi air bersih yang sempat mengalami kekeruhan di berbagai wilayah.
Gangguan layanan tersebut merupakan dampak jangka panjang dari bencana banjir bandang yang menghantam Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun akhir tahun lalu.
Kasubag Humas dan Protokoler Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, memastikan percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi instalasi terus dikebut saat ini.
Bencana alam tersebut memicu penurunan signifikan pada kapasitas produksi air bersih yang sebelumnya mencapai 500 liter per detik.
Kondisi air baku di Sungai Batang Kuranji yang mengalami perubahan pascabencana turut memperburuk kejernihan air yang didistribusikan ke pusat kota.
Manajemen mengakui ketidaknyamanan pelanggan akibat penurunan kualitas kejernihan air yang belum kembali optimal.
Kendati demikian, pihak perusahaan menjamin air yang didistribusikan tetap aman untuk digunakan masyarakat.
Seluruh tahapan pengolahan air tetap berpedoman ketat pada standar kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Pengerjaan perbaikan infrastruktur instalasi kini sedang dilakukan secara bertahap oleh kontraktor pelaksana, Hutama Karya.
Pihak manajemen menjadikan setiap keluhan pelanggan sebagai evaluasi krusial dalam meningkatkan standar pelayanan.
Perumda AM Kota Padang optimistis kendala kekeruhan air akan teratasi sepenuhnya setelah seluruh proyek rehabilitasi selesai dikerjakan.
Pihaknya berharap kapasitas produksi dapat segera kembali normal guna menjamin ketersediaan air bersih yang berkualitas bagi seluruh warga.






