Batusangkar – Organisasi Sarumpun Kerapatan Adat Nagari Luhak Nan Tuo (Sakato) resmi berdiri sebagai pilar strategis bagi para ninik mamak di Kabupaten Tanah Datar.
Pengukuhan yang berlangsung khidmat di Balerong Sari Nagari, Nagari Tabek, ini menandai babak baru penguatan eksistensi adat di tengah dinamika masyarakat setempat.
Ketua LKAAM Tanah Datar, Aresno Dt Andomo, menginstruksikan agar organisasi ini menjadi garda terdepan dalam merespons berbagai persoalan di tingkat Kerapatan Adat Nagari (KAN).
Seluruh pengurus diharapkan mampu menghadirkan koordinasi yang efektif guna menuntaskan pelbagai sengketa adat yang muncul.
Di luar fungsi koordinasi, Sakato mengemban misi krusial untuk melestarikan serta mewariskan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau kepada generasi mendatang.
Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menuntut integritas tinggi dari setiap orang yang telah mengikrarkan sumpah adat tersebut.
Para pemangku adat diminta memegang teguh kejujuran, menapaki jalan kebenaran, serta menjaga keutuhan harta pusaka dan persatuan masyarakat.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar kehadiran Sakato dapat bersinergi dalam menyukseskan setiap agenda pembangunan.
Wibawa adat di tengah masyarakat diyakini akan meningkat melalui penguatan peran ninik mamak serta kebangkitan kembali gelar-gelar sako.
Pengurus Sakato kini harus bersiap memikul tanggung jawab besar, mulai dari penyelesaian konflik tanah ulayat hingga penanganan kenakalan remaja.
Pemerintah daerah secara khusus menekankan keterlibatan aktif organisasi ini dalam memerangi penyimpangan perilaku sosial, termasuk praktik LGBT.
Fadly mengajak seluruh ninik mamak agar proaktif dan waspada dalam membentengi anak kemenakan dari berbagai pengaruh negatif yang merusak moral.
Dukungan penuh dari elemen adat sangat diperlukan untuk menyukseskan langkah tegas pemerintah bersama Polres, LKAAM, MUI, dan DPRD dalam menindak penyimpangan sosial.






