Padang – Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) Sumatera Barat (Sumbar) 2024, terdapat 10 nagari atau desa yang masih berstatus tertinggal dari total 1.035 nagari/desa.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menargetkan pengentasan seluruh nagari tertinggal tahun ini.
“IDM 2023, nagari/desa tertinggal kita berjumlah 25. Berkat intervensi program, jumlahnya sekarang tinggal 10, dan kita akan berupaya terus mewujudkan 0 nagari/desa tertinggal di Sumbar pada tahun ini,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi juga menyampaikan bahwa jumlah nagari/desa mandiri di Sumbar meningkat signifikan dalam satu tahun terakhir. Pada IDM Sumbar 2024, nagari/desa mandiri mencapai 368 unit, naik dari 226 unit pada IDM 2023.
Sementara itu, nagari/desa berstatus maju berjumlah 445, berkembang sebanyak 212, dan tertinggal sebanyak 10 nagari/desa.
“Kita terus mencari cara untuk mengintervensi nagari/desa di Sumbar untuk segera naik status, dari tertinggal menjadi berkembang, berkembang menjadi maju, dan maju menjadi mandiri,” kata Mahyeldi.
Gubernur Sumbar meyakini, semua nagari/desa di Sumbar memiliki potensi untuk maju dan mandiri. Namun, diperlukan pemetaan dan pemanfaatan potensi secara terstruktur.
“Saat ini, Pemprov Sumbar sedang menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) khusus untuk mengintervensi lebih jauh pembangunan di nagari/desa,” terang Mahyeldi.
Menurut Kepala Bidang Kerja Sama dan Pembangunan Kawasan Pedesaan DPMD Sumbar Vera Irawati, kegiatan Rakor IDM Sumbar diikuti oleh 194 peserta.
“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain untuk menindaklanjuti hasil pengukuran IDM, meningkatkan sinergitas antar OPD dan antar Pemda, serta menyusun strategi yang lebih baik dalam peningkatan status nagari/desa di Sumbar,” jelas Vera.






