RanahTeknologi

OpenAI Tantang Neuralink, Perebutan Pasar Teknologi Dimulai

182
×

OpenAI Tantang Neuralink, Perebutan Pasar Teknologi Dimulai

Sebarkan artikel ini
openai-siap-saingi-neuralink-elon-musk
OpenAI Siap Saingi Neuralink Elon Musk

Jakarta – CEO OpenAI, Sam Altman, kembali menggebrak dunia teknologi. Setelah sukses besar dengan ChatGPT, kini Altman mengembangkan antarmuka otak-komputer (brain-computer interface).

Teknologi revolusioner ini memungkinkan otak manusia terhubung langsung dengan perangkat elektronik.

Proyek ambisius ini dijalankan melalui startup bernama Merge Labs. Mereka menggandeng Mikhail Shapiro, seorang ahli rekayasa biomolekuler.

Berbeda dengan pendekatan invasif Neuralink, OpenAI memilih jalur non-invasif. Mereka menggunakan gelombang suara atau medan magnet untuk berkomunikasi dengan otak.

Artinya, tidak diperlukan pembedahan otak dalam proses ini.

Mikhail Shapiro dikenal luas atas keahliannya dalam penelitian gelombang suara dan medan magnet. Jika proyek ini berhasil, dampaknya akan sangat besar.

Saat ini, Neuralink milik Elon Musk mendominasi teknologi antarmuka otak. Mereka menanamkan chip ke tengkorak manusia untuk membaca sinyal neuron.

Namun, Neuralink menghadapi kontroversi terkait uji klinis dan keamanan produk.

Jika Merge Labs berhasil menciptakan perangkat non-invasif yang efektif, mereka berpotensi menggoyahkan dominasi Neuralink.

Proyek ini juga berpotensi terhubung dengan pengembangan perangkat wearable AI lain yang sedang dikerjakan oleh tim Altman.

OpenAI memperluas jangkauan teknologi AI ke ranah biologis. Mereka menjembatani manusia dan mesin dengan cara yang futuristik.

Dunia mungkin akan segera menyaksikan era baru di mana pikiran dapat mengendalikan teknologi tanpa sentuhan fisik.

Selain itu, OpenAI juga dikabarkan tengah mengembangkan alat musik generatif canggih. Alat ini mampu menciptakan lagu dari teks dan suara secara otomatis.