EkonomiRanah

PP Presisi Lebarkan Sayap, Garap Proyek Antam di Halmahera

290
×

PP Presisi Lebarkan Sayap, Garap Proyek Antam di Halmahera

Sebarkan artikel ini
pt-pp-presisi-dapat-kontrak-baru-dari-proyek-anak-usaha-pt-antam-di-halmahera
PT PP Presisi Dapat Kontrak Baru dari Proyek Anak Usaha PT Antam di Halmahera

Halmahera Timur – PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengumumkan perolehan kontrak baru dari PT Sumberdaya Arindo, anak perusahaan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam). Kontrak ini akan memperluas layanan PPRE di sektor pertambangan.

Proyek yang berlokasi di Tanjung Buli, Halmahera Timur ini meliputi berbagai pekerjaan konstruksi.

Di antaranya, land clearing, cut and fill, pengangkatan material, trimming, penataan area disposal, pekerjaan pavement, hingga pemeliharaan jalan operasional.

Vice President Corporate Secretary PT PP Presisi, Mei Elsa Kembaren, menyebut proyek ini sebagai langkah strategis perusahaan. Tujuannya adalah untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan proyek.

PPRE juga akan mengerjakan pembangunan fasilitas pendukung proyek.

“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik yang memenuhi standar operasional, keselamatan, dan lingkungan,” ujar Mei dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/11/2025).

Mei menambahkan, PPRE optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional dan memperkuat peran dalam mendukung pengembangan industri pertambangan nasional.

“Perusahaan juga berkomitmen menjaga kualitas layanan melalui penerapan teknologi, tata kelola proyek yang baik, serta pengelolaan keselamatan kerja berstandar tinggi yang tetap bertanggung jawab terhadap lingkungan,” katanya.

Sebagai informasi, sepanjang semester I 2025, PPRE mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 3,2 triliun. Angka ini meningkat 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontrak baru PPRE didominasi oleh segmen jasa pertambangan dan konstruksi dengan kontribusi sebesar 89,58 persen.

Perseroan juga menjajaki peluang kemitraan strategis untuk memperluas cakupan bisnis, khususnya di sektor pertambangan.