EkonomiRanah

Kementan Pacu Pemerataan Produksi Ayam dan Telur Nasional

242
×

Kementan Pacu Pemerataan Produksi Ayam dan Telur Nasional

Sebarkan artikel ini
kementan-siapkan-pemerataan-produksi-ayam-dan-telur-di-luar-jawa
Kementan Siapkan Pemerataan Produksi Ayam dan Telur di Luar Jawa

Yogyakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya meratakan produksi daging ayam dan telur di seluruh Indonesia. Tujuannya menstabilkan pasokan nasional dan menekan disparitas harga antar daerah.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyampaikan hal ini di Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta, Sabtu (22/11/2025).

Agung menjelaskan, produksi telur nasional saat ini mencapai 6,2 juta ton per tahun. Sementara daging ayam sekitar 3,8 juta ton. Jumlah ini sebenarnya mencukupi kebutuhan nasional.

Namun, ia mengakui, 63% produksi kedua komoditas tersebut masih terpusat di Pulau Jawa.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, pemerintah berencana mengembangkan klaster produksi ayam petelur dan ayam pedaging di berbagai wilayah.

Tahap awal akan difokuskan pada beberapa provinsi. Di antaranya Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, dan Jawa Timur.

Selain itu, Kementan menyiapkan penguatan hilirisasi ayam terintegrasi. Program ini mencakup pembangunan 323 fasilitas industri ayam, mulai dari pembesaran hingga penyimpanan dingin.

Inisiatif ini sejalan dengan rencana pemanfaatan anggaran Rp20 triliun untuk mendukung integrasi dan modernisasi sektor unggas.

Tujuannya mewujudkan konsep “Setiap Pulau Mandiri Protein.” Dengan demikian, setiap daerah dapat memenuhi kebutuhan protein hewani secara mandiri.

Agung menambahkan, harga rata-rata daging ayam nasional saat ini sekitar Rp38.000 per kg. Angka ini masih di bawah harga acuan pemerintah yaitu Rp40.000 per kg.

Namun, harga telur di tingkat peternak masih di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). HAP ayam hidup adalah Rp25.500 per kg, sedangkan telur Rp26.500 per kg.

Dengan pemerataan produksi di luar Jawa, diharapkan disparitas harga komoditas ini dapat ditekan.