NusantaraPemerintahan

Kemnaker Kawal Transformasi Sistem Kerja Tingkatkan Produktivitas 20 Perusahaan Nasional

41
×

Kemnaker Kawal Transformasi Sistem Kerja Tingkatkan Produktivitas 20 Perusahaan Nasional

Share this article

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) segera menginisiasi transformasi sistem kerja pada 20 perusahaan terpilih yang bergerak di sektor manufaktur, kesehatan, dan perhotelan.

Program pendampingan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026.

Langkah strategis tersebut dirancang untuk memacu produktivitas korporasi sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.

Sebanyak 25 spesialis produktivitas, 20 instruktur ahli, dan 20 peserta pemagangan nasional akan diterjunkan langsung untuk mengawal proses ini.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa peningkatan kompetensi individu harus selaras dengan perbaikan tata kelola serta alur kerja di perusahaan.

“Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan,” ujar Yassierli dalam keterangan resminya, Minggu (23/8/2026).

Pemerintah mengandalkan metode company-based productivity improvement agar setiap intervensi mampu menjawab kebutuhan spesifik masing-masing entitas bisnis.

Pendampingan ini mencakup rangkaian komprehensif, mulai dari diagnosis produktivitas dan identifikasi akar masalah hingga evaluasi dampak pasca-implementasi.

Fokus intervensi meliputi efisiensi alur kerja, digitalisasi proses, eliminasi pemborosan, serta peningkatan kualitas layanan dan produksi.

Yassierli menilai sinergi antara optimalisasi teknologi dan budaya perbaikan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan ekonomi.

Keterlibatan peserta magang dalam program ini juga menjadi poin krusial sebagai sarana pembelajaran praktis di lapangan.

“Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas,” tuturnya.

Para calon tenaga kerja diharapkan mampu membangun pola pikir yang selalu mengutamakan efisiensi, kualitas, dan nilai tambah tinggi.

Inisiatif ini diproyeksikan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan target Indonesia Emas 2045 di tengah pesatnya disrupsi teknologi.

Kemnaker optimistis program percontohan ini akan melahirkan model pendampingan sistematis yang dapat direplikasi secara luas di masa depan.