Ranah

Rosan: Dialog Prabowo dengan Investor Tingkatkan Kepercayaan

68
×

Rosan: Dialog Prabowo dengan Investor Tingkatkan Kepercayaan

Sebarkan artikel ini
rosan-roeslani:-investor-lebih-yakin-setelah-bertemu-prabowo
Rosan Roeslani: Investor Lebih Yakin Setelah Bertemu Prabowo

Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan Presiden Prabowo Subianto kerap meluangkan waktu untuk berdiskusi langsung dengan para pengusaha saat melakukan kunjungan kenegaraan. Menurut Rosan, pendekatan itu membuat investor semakin yakin untuk menanamkan modal di Indonesia.

Rosan menyampaikan hal tersebut saat menceritakan pengalamannya mendampingi Prabowo dalam lawatan ke Jepang, Korea Selatan, dan Cina belum lama ini. Dalam kunjungan itu, Prabowo disebut bertemu langsung dengan para investor di negara yang dikunjungi.

Ia mengatakan, dalam satu rangkaian pertemuan, kepala negara biasanya menemui sekitar 10 hingga 12 pengusaha. Setiap sesi pertemuan pun berlangsung cukup lama, yakni minimal tujuh hingga delapan jam.

Rosan juga menceritakan pengalamannya bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat mendampingi Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan. Ia menyebut kedua negara tersebut merupakan sumber penanaman modal asing langsung atau foreign direct investment (FDI) yang besar dan konsisten di Indonesia.

Menurut Rosan, dialog tatap muka dengan presiden memberi keyakinan lebih besar kepada investor. Para investor, kata dia, bisa mendengar langsung regulasi, kebijakan, serta tantangan yang dihadapi dalam berinvestasi di Indonesia. “Itu sangat direspons sangat positif,” ujarnya.

Ia kemudian menuturkan kunjungannya ke Cina, yang juga menjadi salah satu negara investor terbesar di Indonesia. Rosan mengatakan para investor di sana masih menunjukkan minat tinggi untuk menanamkan modal di Indonesia.

Saat berkunjung ke lembaga penanaman modal Cina, Rosan menyebut pihaknya memperoleh dukungan penuh. “Ini hal-hal yang sangat positif, karena menurut kita harus aktif untuk bertemu dengan mereka,” kata Rosan.

Di sisi lain, Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat realisasi investasi pada Januari-Maret 2026 mencapai Rp 498,8 triliun. Angka itu naik 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 465,2 triliun.

Rosan mengatakan capaian tersebut setara 24,4 persen dari target investasi sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 2.041,3 triliun. Investasi pada kuartal I juga menyerap 706.569 tenaga kerja.

Sumber penanam modal terbesar pada tiga bulan pertama tahun ini berasal dari investor asing dengan nilai Rp 250 triliun, atau 50,1 persen dari total investasi. Realisasi penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I turut meningkat 8,5 persen secara tahunan. “Penanaman modal asing dan dalam negeri hampir sama walaupun modal asing sedikit di atas,” kata Rosan.

Menurut dia, kenaikan PMA terjadi karena investor asing menilai pemerintah mampu menjaga stabilitas politik dan ekonomi pada kuartal pertama. Mereka juga merespons positif kebijakan investasi di Indonesia.

Singapura menjadi negara asal investor dengan nilai penanaman modal terbesar di Indonesia pada kuartal pertama. Investasi dari negara itu mencapai US$ 4,6 miliar. Hong Kong berada di posisi kedua dengan nilai US$ 2,7 miliar.

Cina menempati posisi ketiga dengan investasi US$ 2,2 miliar, disusul Malaysia sebesar US$ 1,3 miliar dan Jepang sebesar US$ 1 miliar.

Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 248,8 triliun atau setara 49,9 persen dari total realisasi investasi kuartal pertama. Nilainya meningkat 6 persen secara tahunan.

Investasi domestik pada kuartal pertama terutama ditopang wilayah luar Jawa dengan nilai Rp 251,3 triliun, naik 6,5 persen secara tahunan. Adapun PMDN di Jawa tercatat sebesar Rp 247,5 triliun, tumbuh 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.