PemerintahRanah

Mahyeldi Minta Apindo Dukung UMKM Sumbar Naik Kelas

91
×

Mahyeldi Minta Apindo Dukung UMKM Sumbar Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meminta dukungan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumbar naik kelas, baik dari sisi kualitas produk maupun akses pasar.

Permintaan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP Apindo Sumbar di Padang, Kamis (23/4/2026).

“Bagaimana menjembatani UMKM yang jumlahnya banyak ini agar bisa masuk ke pasar yang lebih baik, naik kelas. Dukungan ini yang kita harapkan dari para pengusaha Apindo,” kata Mahyeldi.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menjawab tantangan ekonomi, baik di daerah maupun nasional.

Mahyeldi menjelaskan, struktur ekonomi Sumbar saat ini sangat ditopang oleh UMKM yang terus tumbuh signifikan. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah UMKM meningkat dari sekitar 600 ribu menjadi lebih dari 740 ribu unit usaha, dengan sekitar 99 persen di antaranya merupakan usaha mikro. Selain itu, terdapat lebih dari 5.800 koperasi yang ikut menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi kekuatan sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan tepat agar UMKM dapat berkembang dan memberi nilai tambah lebih besar.

Ia mencontohkan, sudah ada pelaku usaha yang berhasil membawa produk UMKM Sumbar menembus pasar Malaysia melalui pembinaan, standarisasi, hingga distribusi. Mahyeldi berharap praktik seperti itu dapat diperluas.

Selain UMKM, Mahyeldi juga menyoroti potensi komoditas unggulan Sumbar seperti kakao dan gambir yang dinilai memiliki daya saing global. Namun, ia mengakui pengelolaan kedua komoditas tersebut masih memerlukan penguatan.

“Sebagian besar kebutuhan dunia berasal dari Sumbar, tetapi masih diekspor dalam bentuk mentah. Nilai tambahnya belum kita rasakan karena belum ada hilirisasi,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Mahyeldi turut menyaksikan penandatanganan kerja sama program Apindo UMKM Merdeka antara DPP Apindo Sumbar, Universitas Andalas, dan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar.

“Mudah-mudahan Rakerkonprov ini melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan ekonomi Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.

Ketua DPN Apindo Widjaja Kamdani menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar.

“Kami siap berainergi bersama dengan pemerintah dan para pelaku UMKM lokal untuk menggerakkan perekonomian Sumbar,” ujarnya.

Ia menegaskan, ada tiga fokus utama Apindo saat ini, yakni mempercepat penurunan pengangguran, mendorong transformasi tenaga kerja dari sektor informal ke formal, serta meningkatkan investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Ketua DPP Apindo Sumbar Rina Pangeran mengatakan Rakerkonprov kali ini mengusung tema “Bangkit Bersama Membangun Ekonomi Sumatera Barat yang Tangguh dan Berkelanjutan.” Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi Sumbar yang tengah menghadapi dampak bencana, namun tetap memiliki potensi ekonomi besar di berbagai sektor.

Kegiatan itu juga dihadiri jajaran DPN Apindo, Forkopimda Sumbar, kepala OPD, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.