Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam mulai mengintensifkan perlindungan bagi kelompok rentan pascabencana banjir, dengan memprioritaskan akses kesehatan seksual dan reproduksi bagi perempuan serta remaja. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelatihan khusus yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat di Hotel Sakura Syariah, Lubuk Basung, Rabu (17/6).
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Agam, Yunilson, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik. Menurutnya, dampak sosial dan kesehatan yang menyasar kelompok rentan-seperti perempuan, anak-anak, lansia, dan remaja-sering kali luput dari perhatian, padahal aspek tersebut krusial bagi keberlangsungan hidup masyarakat.
“Bencana sering kali menimbulkan berbagai persoalan yang tidak terlihat secara langsung. Selain kerugian materiil dan kerusakan infrastruktur, terdapat dampak sosial dan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama bagi perempuan, remaja, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” ujar Yunilson saat membuka kegiatan tersebut.
Pelatihan ini mempertemukan berbagai praktisi kesehatan dan pendamping masyarakat untuk merumuskan sistem layanan yang lebih inklusif serta responsif gender. Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa hak-hak dasar kelompok rentan tetap terlindungi, bahkan dalam situasi darurat sekalipun.
Yunilson menambahkan, komitmen pemerintah daerah mencakup upaya menjaga kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan layanan kesehatan yang memadai. Ia mendorong seluruh peserta pelatihan agar menyerap materi secara optimal guna meningkatkan efektivitas pendampingan di lapangan.
“Kita harus memastikan bahwa perempuan dan remaja yang terdampak bencana tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, perlindungan, serta berbagai hak dasar lainnya. Ini menjadi tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan langkah konkret dalam memperkuat sistem perlindungan sosial di Kabupaten Agam. Dengan pendekatan yang lebih terarah, proses pemulihan pascabencana diharapkan berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.






