Ranah

MAN 1 Padang Tanam Seribu Pohon Mitigasi Bencana Berbasis Ekoteologi

64
×

MAN 1 Padang Tanam Seribu Pohon Mitigasi Bencana Berbasis Ekoteologi

Sebarkan artikel ini
kemah-bhakti-man-1-padang-dibuka-wawako-maigus-nasir-,-yang-ditandai-dengan-menanam-pohon-penghijauan
Kemah Bhakti MAN 1 Padang Dibuka Wawako Maigus Nasir , yang Ditandai dengan Menanam Pohon Penghijauan

Padang – MAN 1 Padang menginisiasi gerakan mitigasi bencana berbasis ekoteologi melalui kegiatan Kemah Bakti yang dipusatkan di Kolam Renang ABG, Balai Gadang, Kamis (18/6/2026). Langkah konkret ini diwujudkan dengan penanaman 1.000 bibit pohon di kawasan hulu sungai yang selama ini teridentifikasi sebagai zona rawan banjir bandang.

Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir, saat membuka kegiatan tersebut menekankan bahwa kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia menjadi pemicu utama bencana ekologi yang melanda wilayahnya pada akhir 2025 lalu. Ia mengingatkan kembali peristiwa banjir bandang yang merusak sembilan jembatan dan menelan korban jiwa sebagai pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“Bencana ini tidak akan terjadi tanpa penyebab. Kerusakan di darat akibat perilaku manusia terhadap hutan adalah pemicu yang tidak terbantahkan,” tegas Maigus. Baginya, menjaga kelestarian alam merupakan manifestasi tanggung jawab moral sekaligus religius yang sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW dalam memelihara kehidupan di bumi.

Kepala MAN 1 Padang, Afrizal, mengungkapkan bahwa aksi penghijauan ini merupakan respons langsung atas trauma bencana tahun lalu. Bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Padang, penanaman difokuskan pada titik-titik strategis, yakni Kelurahan Koto Panjang, Ikua Koto, Lubuk Minturun, serta hulu Batang Guo di Kecamatan Kuranji.

“Kami berharap langkah berbasis lingkungan dan nilai ketuhanan ini mampu meminimalisir risiko bencana ekologi di masa depan,” ujar Afrizal.

Konsep ekoteologi yang diusung MAN 1 Padang mendapat apresiasi dari Kabid Kurikulum Kakanwil Kemenag Sumbar, Afrizal. Ia mendorong agar pendekatan ini diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, mengingat agama dan kelestarian alam merupakan dua entitas yang tidak terpisahkan.

“Agama sudah menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut adalah ulah tangan manusia. Kebersihan adalah bagian dari iman, maka kegiatan ini harus berkelanjutan,” tuturnya.

Di sisi lain, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral. Ia menyoroti pentingnya karakter jujur dan saleh dalam membangun kota yang berkemajuan, yang selaras dengan program “Smart Surau” untuk membentuk karakter generasi muda.

“Kota ini tidak sekadar membutuhkan orang-orang cerdas, tetapi sangat memerlukan sosok yang baik, jujur, dan saleh,” pungkas Maigus.