Ranah

Gelombang Tinggi Tak Hentikan SAR Evakuasi Dua Jenazah

203
×

Gelombang Tinggi Tak Hentikan SAR Evakuasi Dua Jenazah

Sebarkan artikel ini
sekali-operasi-untuk-dua-misi-penyelamatan,-tim-sar-meranti-hadapi-gelombang-tinggi-di-selat-malaka
Sekali Operasi Untuk Dua Misi Penyelamatan, Tim SAR Meranti Hadapi Gelombang Tinggi di Selat Malaka

Meranti – Tim SAR gabungan mengevakuasi dua jenazah korban kecelakaan laut di perairan Selat Malaka dan Bengkalis, Rabu (17/7/2026). Evakuasi dilakukan dalam satu hari.

Operasi ini merupakan tindak lanjut dari dua laporan kehilangan yang berbeda.

Tim SAR terdiri dari Basarnas Unit Kepulauan Meranti, Kepolisian, BPBD, TNI, dan nelayan setempat.

Korban pertama adalah Rapat (38), ABK KM Makmur Jaya 89 asal Tanjung Balai Karimun. Rapat dilaporkan terjatuh ke laut di perairan Bengkalis.

Jenazah kedua adalah seorang nelayan asal Malaysia yang dilaporkan hilang beberapa hari sebelumnya. Laporan ini diterima dari Maritim Malaysia.

Kanit Basarnas Meranti, Prima, mengatakan bahwa gelombang tinggi hingga 4 meter sempat menjadi kendala.

“Saat itu gelombang cukup tinggi, berkisar 3 sampai 4 meter. Namun demi kemanusiaan, kami tetap menembus gelombang untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Jenazah nelayan Malaysia diserahkan kepada pihak Maritim Batu Pahat, Malaysia, di jalur pelayaran tanker.

Saat perjalanan kembali, tim SAR menerima laporan penemuan jenazah kedua, sekitar lima mil laut dari lokasi pertama.

Dalam perjalanan membawa jenazah kedua, cuaca memburuk dan menyebabkan kapal RIB Basarnas kandas di Teluk Lancar, Bengkalis.

Evakuasi jenazah ABK KM Makmur Jaya 89 dilakukan dengan bantuan nelayan setempat dan diserahkan ke Basarnas Tanjung Balai Karimun.

Kapal Basarnas yang kandas berhasil dievakuasi setelah air pasang dan ditarik ke posko sementara di Desa Bandul.