Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersiap menjadi tuan rumah ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) 2026. Sebagai langkah persiapan, Pemprov Sumbar mengintensifkan budaya inovasi di lingkungan birokrasi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Data Indeks Inovasi Daerah (IID) yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, Rabu (10/6/2026).
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Ia menginstruksikan seluruh jajaran birokrasi untuk menjadikan inovasi sebagai napas dalam bekerja guna mendongkrak kualitas pelayanan publik.
“Tujuan inovasi daerah pada dasarnya adalah meningkatkan kinerja. Seluruh perangkat daerah harus terus berinovasi agar kinerja pemerintah daerah dan pelayanan publik di Sumbar semakin optimal,” ujar Mahyeldi saat memberikan arahan di Auditorium Gubernuran Sumbar.
Guna memastikan target tersebut tercapai, Mahyeldi mewajibkan setiap pejabat Eselon III melahirkan minimal satu inovasi yang terintegrasi dalam Perjanjian Kinerja. Kebijakan ini merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, di mana IID kini menjadi parameter strategis yang memengaruhi Indeks Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah serta penentuan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.
Sumatera Barat memiliki rekam jejak mentereng dengan mempertahankan predikat “Provinsi Sangat Inovatif” selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018. Puncaknya, Sumbar meraih peringkat pertama nasional pada 2024 dan peringkat kedua pada 2025. Sepanjang tahun lalu, sebanyak 487 inovasi telah tercatat dalam sistem, mencakup sektor tata kelola pemerintahan hingga pelayanan publik.
Capaian tersebut turut diperkuat dengan penghargaan INAGARA dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang diraih oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Sumbar. Meski seluruh kabupaten dan kota di wilayah ini telah masuk kategori inovatif, Mahyeldi tetap menuntut peningkatan kualitas pelaporan dan substansi inovasi agar daya saing daerah tetap terjaga di level nasional.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kinerja Pelaksanaan Inovasi Daerah Tahun 2026. Momentum ini dipandang sebagai ajang pembuktian bagi Sumbar di kancah nasional.
“Ini adalah kesempatan untuk menampilkan inovasi, potensi daerah, budaya, serta capaian pembangunan kita kepada pemerintah daerah dari seluruh Indonesia,” tutupnya.






