Ranah

Gubernur Mahyeldi Resmikan Radar BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir Sumatera Barat

14
×

Gubernur Mahyeldi Resmikan Radar BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
gubernur-mahyeldi-resmikan-hf-radar-bmkg-di-pariaman,-perkuat-mitigasi-bencana-pesisir
Gubernur Mahyeldi Resmikan HF Radar BMKG di Pariaman, Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir

Pariaman – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi mengoperasikan teknologi High Frequency (HF) Radar milik BMKG di Pantai Taman Anas Malik pada Jumat (3/7/2026).

Fasilitas canggih ini berfungsi sebagai garda terdepan dalam memperkuat sistem mitigasi bencana serta memberikan perlindungan ekstra bagi masyarakat pesisir.

Langkah strategis ini sekaligus menjadi upaya konkret pemerintah dalam memperkokoh jaringan observasi kelautan di skala nasional.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut perangkat ini melengkapi sistem peringatan dini di wilayahnya yang memiliki indeks kerawanan bencana cukup tinggi.

Ia lantas mengaitkan urgensi teknologi tersebut dengan kearifan lokal Minangkabau, yakni falsafah Alam Takambang Jadi Guru, dalam merespons fenomena alam.

“HF Radar ini ibarat mata yang memantau laut dari darat,” tegas Mahyeldi saat meresmikan perangkat tersebut.

Teknologi ini memiliki kemampuan untuk memantau arah arus, ketinggian gelombang, hingga dinamika laut secara real time.

Data akurat yang dihasilkan diharapkan mampu menekan risiko fatalitas bencana, termasuk ancaman tsunami maupun megathrust.

Selain aspek mitigasi, radar ini turut menunjang produktivitas sektor perikanan sekaligus menjamin keselamatan pelayaran para nelayan lokal.

Sebagai penguat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah menyiapkan empat unit Early Warning System tsunami sepanjang tahun 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menuturkan bahwa pembangunan sarana ini merupakan bagian integral dari proyek Marine Meteorological System (MMS) 2.

Sumatera Barat dipilih sebagai lokasi prioritas mengingat tingginya aktivitas maritim dan posisi geografisnya yang berada di kawasan rawan gempa.

Seluruh data oseanografi yang terekam akan tersinkronisasi secara berkelanjutan guna menyokong akurasi sistem peringatan dini nasional.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut antusias kehadiran fasilitas ini karena dianggap krusial bagi keselamatan warga di sepanjang bibir pantai.

Pihaknya kini mendorong sinergi lanjutan melalui pembangunan shelter evakuasi serta integrasi informasi publik yang lebih masif.

Peresmian fasilitas vital ini dihadiri oleh jajaran petinggi BMKG, unsur Forkopimda, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.