Jakarta – Dunia kripto kembali diingatkan akan bahaya serangan siber. Pasalnya, Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Kaspersky menemukan adanya paket sumber terbuka berbahaya yang menyusup ke ekosistem pengembangan Cursor berbasis Visual Studio Code. Paket tersebut dirancang untuk mencuri aset kripto melalui backdoor Quasar dan program stealer.
Kaspersky pada Senin (14/7/2025) melaporkan, ekstensi palsu yang di-host di repositori Open VSX mengklaim dapat memberikan dukungan untuk bahasa pemrograman Solidity. Namun, alih-alih memberikan fungsionalitas yang dijanjikan, paket-paket ini justru mengunduh dan mengeksekusi kode berbahaya di perangkat pengguna.
Akibatnya, seorang pengembang blockchain asal Rusia menjadi korban setelah memasang salah satu ekstensi palsu tersebut. “Aset kripto senilai US$500 ribu raib digondol peretas,” tulis laporan Kaspersky.
Menurut Kaspersky, para pelaku kejahatan siber ini berhasil memanipulasi peringkat paket berbahaya sehingga terlihat lebih populer dari paket aslinya. Mereka meningkatkan jumlah unduhan paket berbahaya secara artifisial hingga mencapai 54 ribu.
Setelah terinstal, korban tidak mendapatkan fitur yang dijanjikan oleh ekstensi tersebut. Sebaliknya, perangkat lunak ScreenConnect yang berbahaya justru terpasang di komputer korban, memberikan akses jarak jauh kepada pelaku kejahatan siber ke perangkat yang terinfeksi.
Dengan akses ini, pelaku menyebarkan backdoor Quasar sumber terbuka beserta program peretas yang mengumpulkan data dari peramban, klien email, dan dompet kripto. Data-data ini kemudian digunakan untuk mendapatkan frasa awal dompet pengembang dan mencuri aset kripto dari akun-akun tersebut.
Setelah dilaporkan, ekstensi berbahaya tersebut dihapus dari repositori. Namun, pelaku kejahatan siber menerbitkannya kembali dan secara artifisial meningkatkan jumlah instalasinya ke angka yang lebih tinggi, yaitu 2 juta, dibandingkan dengan 61 ribu untuk paket yang sah.
Kaspersky melaporkan bahwa ekstensi ini akan dihapus dari platform. Aktor ancaman di balik serangan ini tidak hanya menerbitkan ekstensi Solidity yang berbahaya tetapi juga paket NPM lain, solsafe, yang juga mengunduh ScreenConnect.
Beberapa bulan sebelumnya, tiga ekstensi Visual Studio Code berbahaya lainnya telah dirilis, yaitu solaibot, among-eth, dan blankebesxstnion. Semuanya telah dihapus dari repositori.
Peneliti Keamanan Kaspersky, Georgy Kucherin mengatakan, mendeteksi paket sumber terbuka yang disusupi dengan mata telanjang menjadi semakin sulit. “Aktor ancaman (hacker) menggunakan taktik yang semakin kreatif untuk menipu calon korban, bahkan pengembang yang memiliki pemahaman kuat tentang risiko keamanan siber, terutama mereka yang bekerja di bidang pengembangan blockchain,” ujarnya pada Senin (14/7/2025).






