Lubuk Basung – Kabupaten Agam mengapresiasi dedikasi Burhan, SH, MH, selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Agam. Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara pisah sambut yang berlangsung di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Senin (21/7) malam, seiring dengan pergantian jabatan kepada Rully Mutiara, SH, MH.
Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta jajaran Kejaksaan Negeri Agam ini berlangsung penuh haru dengan suasana kehangatan dan keharmonisan.
Burhan dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan selama ia menjabat sebagai Kajari Agam selama hampir tiga tahun. “Kami merasa sangat terhormat karena rekan-rekan dari Pemda telah menyiapkan acara yang megah dan mewah ini untuk saya. Saya bertugas di sini kurang lebih selama 2 tahun 11 bulan, sejak awal September 2022 hingga sekarang. Saya yakin penempatan saya di Agam bukanlah kebetulan, tetapi sudah takdir. Bahkan daun jatuh pun, menurut Islam, sudah ditentukan,” ungkapnya.
Ia juga mengenang momen pertama kali tiba di Agam yang disambut dengan buah durian. “Saat pertama kali tiba, saya disambut dengan buah paling manis menurut versi saya, yaitu durian. Karena terlalu sering makan, seminggu kemudian saya terdeteksi kadar glukosa saya agak tinggi,” katanya bercanda.
Burhan juga menuturkan pengalamannya mempelajari nilai-nilai adat dan keagamaan di Kabupaten Agam selama bertugas. Ia mengaku tidak pernah mendapati hal-hal negatif. “Selama 2 tahun 11 bulan di sini, banyak sekali nilai-nilai adat istiadat yang saya pelajari. Kami juga selalu dilibatkan dalam kegiatan keagamaan, terutama saat bulan Ramadhan dalam program Safari Ramadhan. Selama hampir tiga tahun ini, saya tidak pernah mendapati hal-hal negatif. Waktu pun terasa cepat berlalu,” ujarnya.
Selain itu, Burhan mengapresiasi kesadaran masyarakat Agam dalam menjaga ketertiban dan kedewasaan berdemokrasi. “Selama saya di sini, tidak pernah ada demo. Ini menandakan bahwa tingkat kesadaran masyarakat sangat tinggi. Beberapa pesta demokrasi pun berjalan lancar tanpa ada sengketa yang menjadi perkara hukum. Tidak ada isu negatif yang mengganggu proses demokrasi tersebut,” jelasnya.
Burhan juga menegaskan bahwa interaksi dengan berbagai OPD selama bertugas merupakan bagian dari tugas dan fungsi kelembagaan. Ia menambahkan, “Memang ada dinamika dengan teman-teman OPD, tapi itu semua bagian dari tupoksi kami. Saya ingin menekankan bahwa di sini, tingkat kesadaran hukum jauh lebih tinggi daripada tingkat pelanggaran yang ada.”
Di akhir sambutannya, Burhan menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih. “Saya minta maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan selama bertugas. Namun saya sangat bersyukur, karena masuk ke lingkungan Pemda Agam, saya merasa seperti menjadi bagian dari keluarga besar. Saya berharap tali silaturahmi kita tidak pernah terputus,” pungkasnya.






