EkonomiRanah

Mandiri Kaji Permohonan Tambahan Dana SAL: Apa Hasilnya?

177
×

Mandiri Kaji Permohonan Tambahan Dana SAL: Apa Hasilnya?

Sebarkan artikel ini
kata-bank-mandiri-soal-pengajuan-tambahan-dana-sal
Kata Bank Mandiri soal Pengajuan Tambahan Dana SAL

Jakarta – Bank Mandiri merespons kabar pengajuan tambahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Kementerian Keuangan.

Pengajuan ini sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Totok Priyambodo, belum memberikan jawaban pasti terkait rencana pengajuan tersebut.

Ia hanya menyatakan bahwa Bank Mandiri akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait potensi penambahan dana.

“Agar dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional, sekaligus menjaga ruang ekspansi usaha secara berkelanjutan,” kata Totok dalam konferensi pers daring Paparan Kinerja Kuartal III 2025, Senin (27/10/2025).

Totok menjelaskan, hingga akhir September 2025, realisasi penyaluran kredit Bank Mandiri dari dana SAL mencapai 74 persen atau sekitar Rp 40,7 triliun dari total dana Rp 55 triliun.

Kredit ini disalurkan kepada lebih dari 24 ribu pelaku usaha di 15 sektor strategis.

Penyaluran kredit difokuskan pada segmen UMKM dan padat karya, menurut Totok.

“Serta sektor strategis lainnya seperti perkebunan dan ketahanan pangan, kemudian hilirisasi sumber daya alam dan energi terbarukan, layanan kesehatan, manufaktur, dan kawasan industri,” ujarnya.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan bahwa Bank Mandiri mengajukan tambahan penempatan dana SAL karena sudah menyerap penuh suntikan sebelumnya sebesar Rp 55 triliun.

“Tadi saya ketemu orang Danantara. Sepertinya (Bank) Mandiri akan minta lagi karena uangnya sudah habis yang Rp 55 triliun itu,” kata Purbaya pada Sabtu (25/10/2025).

Purbaya menambahkan, injeksi likuiditas ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan ditambah jika dorongan terhadap perekonomian nasional masih belum optimal.

Suntikan dana tersebut sejauh ini berdampak positif terhadap gerak ekonomi, tercermin pada pertumbuhan kredit perbankan serta data penjualan ritel oleh Bank Indonesia (BI).

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada September 2025 sebesar 7,7 persen, naik sedikit dibandingkan Agustus 2025 yang tumbuh 7,56 persen.