Jakarta – Telkomsel, melalui Maxstream Studios, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kreativitas sineas muda Indonesia. Terbaru, mereka kembali menyalurkan pendanaan produksi film pendek melalui kompetisi Secinta Itu Sama Indonesia (SISI).
Langkah ini sejalan dengan transformasi digital yang mendorong perusahaan telekomunikasi untuk merambah bisnis konten, tidak hanya fokus pada infrastruktur jaringan dan layanan internet.
“Kami memberi ruang bagi sineas muda untuk mengekspresikan kreativitas dan kecintaan mereka terhadap Indonesia,” ujar General Manager Digital Content Creation and Community Telkomsel, Anto M. C. Sihombing, Kamis (20/11/2025).
Dari proses kurasi, terpilih tiga proposal film yang akan mendapatkan dukungan pendanaan dan pendampingan produksi.
Ketiga film tersebut berjudul “Hanya Ada Kedamaian di Balik Jendela Rumahku”, “Yuck and Yum!”, dan “The Lost Forest”.
Ketiga film terpilih dijadwalkan tayang perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 pada 30 November 2025. Tahun ini, JAFF memutar 227 film dari 43 negara.
Sebelumnya, Maxstream Studios mencatat prestasi membanggakan. Film pendek “Little Rebels Cinema Club” meraih penghargaan Crystal Bear dalam kategori Best Short Film – Generation Kplus Children’s Jury di Festival Film Internasional Berlin 2025 (Berlinale), Jerman.
Dewan juri mengapresiasi “Little Rebels Cinema Club” karena dinilai menggambarkan kreativitas dalam sinema yang saling berkaitan.
Kisah para protagonis muda yang penuh emosi menyentuh perasaan penonton, dan kekuatan karakter serta ekspresi para tokoh memenangkan hati para juri.
Keberhasilan ini menegaskan komitmen Telkomsel melalui Maxstream Studios untuk mendukung industri perfilman Indonesia agar semakin diperhitungkan di kancah internasional.
“Little Rebels Cinema Club” disutradarai oleh Khozy Rizal dan merupakan hasil dari program Secinta Itu Sama Sinema (SISS), sebuah inisiatif dari Maxstream Studios untuk menciptakan ekosistem perfilman yang inklusif dan berkelanjutan.






