Payakumbuh – Sebanyak 334 siswa kelas IX MTsN 2 Kota Payakumbuh mengikuti Haflah Tahfizhul Quran Angkatan XVIII yang dirangkaikan dengan penyerahan kembali siswa kepada orang tua dan wali murid di Aula Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan itu menjadi penutup pembinaan tahfizh di madrasah sekaligus penegasan bahwa prestasi hafalan Al-Qur’an perlu terus dijaga melalui muraja’ah dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman yang membuka acara tersebut menyebut capaian para siswa sebagai bukti lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari karakter.
“Ini bukti nyata bahwa Kota Payakumbuh melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, generasi yang terus menghidupkan Al-Qur’an dalam hati dan karakter sehari-hari,” ujarnya saat membuka kegiatan yang mengusung tema “Al-Qur’an di Hati, Karakter Dalam Diri, Langkah Pasti Menuju Masa Depan Qur’ani”.
Ia mengatakan, prestasi para siswa patut dibanggakan karena tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghafal Al-Qur’an. Menurut dia, pencapaian seperti ini harus terus didukung agar menjadi tradisi di lingkungan pendidikan.
“Al-Qur’an di hati, karakter dalam diri, langkah pasti menuju masa depan qur’ani, inilah fondasi untuk membangun Payakumbuh yang berkah. Kita berharap ini menjadi tradisi dan inspirasi bagi madrasah lainnya,” kata Elzadaswarman.
Elzadaswarman menegaskan Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus mendukung program keagamaan, terutama yang berbasis tahfizh Al-Qur’an. Ia juga berpesan kepada para hafiz dan hafizah agar menjadikan hafalan sebagai cahaya dan benteng moral dalam hidup mereka.
“Orang tua dan guru bangga pada kalian,” ujarnya.
Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh Yarisman menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para siswa. Ia menjelaskan, kegiatan haflah digelar sebagai bentuk perayaan dan ungkapan syukur atas prestasi menghafal Al-Qur’an yang harus dipelihara sepanjang hayat.
“Menghafal Al-Qur’an tidak ada wisudanya. Yang ada adalah terus muraja’ah dan mengamalkannya sampai akhir hayat. Karena itu, kami sebut ini haflah, bukan wisuda,” kata Yarisman.
Ia menyebut, 321 siswa reguler kelas IX dan 13 siswa dari ekstrakurikuler Tahfizh turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Setelah acara ini, para siswa diserahkan kembali kepada orang tua dan wali murid sebagai tanda pembinaan tahfizh di madrasah telah selesai.
“Hari ini kita serahkan kembali putra-putri terbaik ini kepada orang tua/wali murid sebagai tanda selesainya pembinaan tahfizh di madrasah. Semoga hafalan Al-Qur’an ini menjadi penerang hidup mereka di masa depan,” ujarnya.






