Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam memberikan perhatian khusus pada peningkatan pemahaman tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai sunnah bagi para pegawai negeri sipil (PNS). Hal ini diwujudkan melalui wirid mingguan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang diadakan di Masjid Agung Nurul Fallah, Padang Baru, Lubuk Basung, Jumat (25/7).
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Datar, Buya H Yendri Junaidi Lc MA, sebagai penceramah. Bupati Agam yang diwakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Yunilson, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam ceramahnya, Buya Yendri menguraikan secara detail mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, mulai dari proses memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman.
Ia menekankan bahwa pemahaman mengenai praktik penyelenggaraan jenazah sangat penting agar tidak hanya bergantung pada pihak tertentu, melainkan juga dapat dilakukan oleh keluarga atau masyarakat sekitar.
“Banyak di antara kita yang masih ragu untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan jenazah karena merasa tidak tahu caranya atau menganggapnya rumit. Padahal, kalau kita pahami sesuai tuntunan, semua itu bisa dilaksanakan dengan mudah dan penuh keberkahan,” jelas Buya Yendri.
Sementara itu, Yunilson, Kepala Dinas Sosial Agam, memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan oleh Buya Yendri. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi yang sering dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Yunilson mengatakan, penjelasan Buya Yendri membuka wawasan bahwa penyelenggaraan jenazah tidak serumit yang dibayangkan. “Mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan, semuanya dapat kita laksanakan bila memahami ilmunya. Dengan ilmu ini, kita bisa menghindari kondisi di mana jenazah terlantar atau hanya menunggu pihak tertentu,” ungkap Yunilson.
Yunilson berharap ilmu yang telah disampaikan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi situasi duka di lingkungan masing-masing.
Kegiatan wirid mingguan Korpri ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah peningkatan keimanan bagi para pegawai, tetapi juga sebagai sarana pembekalan ilmu agama yang aplikatif dan bermanfaat bagi kehidupan pribadi maupun sosial kemasyarakatan.






