Jakarta – Di tengah tren transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi fokus utama perusahaan. Mereka berlomba menghadirkan layanan yang cepat namun tetap mengedepankan sentuhan manusiawi.
TP Indonesia memperkenalkan TP.ai FAB, sebuah ekosistem AI yang dirancang untuk menggabungkan kemampuan manusia dan mesin. Peluncuran ini dihadiri oleh lebih dari 50 pemimpin industri.
TP.ai FAB mengintegrasikan analitik lanjutan, pemodelan prediktif, automasi, dan generative AI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.
Sistem ini menawarkan analisis sentimen secara real-time, prediksi intent pelanggan, dan rekomendasi next-best-action. Semuanya dirancang untuk operasi berskala besar.
TP mengklaim bahwa pendekatan human-in-the-loop memastikan teknologi tetap dalam kendali manusia. Hal ini bertujuan untuk menjaga akurasi dan transparansi.
CEO TP Indonesia, Michael Wullur, menegaskan bahwa TP.ai FAB tidak akan menggantikan peran manusia. Sebaliknya, sistem ini akan membantu mereka fokus pada tugas-tugas yang membutuhkan empati dan pemikiran strategis.
“TP.ai FAB tidak dirancang untuk menggantikan peran manusia, tetapi membantu mereka berfokus pada tugas yang membutuhkan empati, persuasi, dan pemikiran strategis,” ujar Wullur dalam keterangan resmi, Kamis (11/12/2025).
Wullur menambahkan bahwa solusi ini adalah langkah strategis untuk membangun bisnis masa depan yang kompetitif.
Peluncuran ini juga diisi dengan diskusi panel tentang peran AI di berbagai sektor. Para panelis sepakat bahwa teknologi harus diterapkan secara bertanggung jawab.
Moderator Toho Pasaribu menutup sesi dengan pertanyaan reflektif, “Apakah AI membantu kita berpikir, atau justru kita yang berpikir untuk AI?”






