NusantaraSekitar Kita

12 Tahun Menunggu Haji, Jemaah dari Aceh Ini Akhirnya Berangkat

327
×

12 Tahun Menunggu Haji, Jemaah dari Aceh Ini Akhirnya Berangkat

Sebarkan artikel ini

Aceh – Terik matahari menyengat wajah Bahder Resky dan Nisrawati saat mereka berjalan kaki dari Mina menuju Jamarat. Kelelahan tak menyurutkan tekad pasangan asal Aceh ini untuk menyelesaikan ibadah haji.

“Kami datang jauh-jauh dari Aceh untuk menyaksikan kebesaran Ilahi. Kenyataan yang kami temukan sungguh luar biasa,” kata Bahder di area Jamarat, Mina, Jumat (6/6/2025).

Bahder, jemaah kloter BTJ-06, menunaikan ibadah haji bersama istri dan beberapa sahabat. Setelah wukuf di Arafah dan bermalam di Muzdalifah, mereka kini menjalani mabit di Mina sembari melontar jumrah Aqabah di Jamarat.

Meskipun menempuh perjalanan kaki berkilo-kilometer, Bahder bersyukur dapat melaksanakan ibadah ini bersama istrinya.

Ia pun mengapresiasi pelayanan haji Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menurutnya lebih baik dan ramah.

“Petugas haji Indonesia berseragam banyak berjaga di sepanjang rute Mina ke Jamarat. Kami yang dari kampung dan tak fasih berbahasa jadi lebih mudah bertanya. Alhamdulillah,” imbuhnya.

Penantian selama 12 tahun untuk berhaji akhirnya terwujud. Pelayanan yang baik memungkinkan Bahder beribadah dengan tenang dan khusyuk. “Banyak cerita hari ini. Ini penantian kami lebih dari 12 tahun. Rasanya luar biasa. Alhamdulillah,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Di Mina, jemaah akan melontar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah, kemudian jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah selama hari-hari Tasyrik. Jemaah yang memilih Nafar Awal pulang ke Makkah pada 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam, sementara Nafar Tsani kembali pada 13 Zulhijah.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memastikan seluruh jemaah Indonesia telah melaksanakan wukuf di Arafah—rukun haji yang terpenting. “Bisa dipastikan, tidak ada satu pun jemaah yang tidak berangkat ke Arafah,” tegasnya di Mina, Jumat (6/6/2025).

Jemaah yang wafat atau sakit telah dibadalkan atau mengikuti program safari wukuf, sehingga seluruh rukun haji terpenuhi.

“Sudah dibadalkan, dan yang sakit telah mengikuti safari wukuf,” tambahnya. Nasaruddin juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi atas izin masuknya ambulans Indonesia ke Arafah dan Mina.

“Kami berterima kasih atas segala kemudahan yang diberikan kepada Indonesia,” pungkasnya.