PemerintahRanah

Agam Kukuhkan Forum UMKM, Perkuat Sinergi 1.400 Pelaku Usaha Lokal

68
×

Agam Kukuhkan Forum UMKM, Perkuat Sinergi 1.400 Pelaku Usaha Lokal

Sebarkan artikel ini

Langkah ini merupakan strategi konkret untuk membangun sinergi pemberdayaan ekonomi yang lebih terarah di tingkat kecamatan.

Agam – Sebanyak 1.400 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan IV Koto kini memiliki wadah resmi untuk memperkuat kolaborasi bisnis.

Forum UMKM Kecamatan IV Koto resmi dikukuhkan oleh Camat IV Koto, Subhan, di Aula Kantor Camat setempat pada Rabu (18/6/2026).

Kehadiran forum ini diharapkan menjadi katalisator bagi para pelaku usaha yang tersebar di tujuh nagari untuk meningkatkan daya saing produk. Sektor yang terlibat mencakup bidang kuliner, kriya, perikanan, hingga pertanian.

Camat IV Koto, Subhan, menegaskan bahwa pembentukan forum ini bukan sekadar seremoni administratif.

Langkah ini merupakan strategi konkret untuk membangun sinergi pemberdayaan ekonomi yang lebih terarah di tingkat kecamatan.

“Ini merupakan sinergi pemberdayaan untuk kemajuan bersama UMKM IV Koto,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Agam, Asrial, menyoroti peran strategis forum sebagai pusat koordinasi.

Menurutnya, kolaborasi antarpelaku usaha menjadi kunci utama agar bisnis lokal mampu naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Ketua Forum UMKM Kabupaten Agam, Rika Erlina, turut mendorong para pelaku usaha untuk aktif bergabung. Ia menekankan pentingnya kerja sama kolektif dalam menyelesaikan berbagai kendala klasik yang sering dihadapi pengusaha kecil.

“Ayo gabung di forum, kita naik kelas bareng-bareng. Urusan legalitas, modal, dan pasar kita kerjakan serta urus secara kolektif,” ajak Rika.

Prosesi pengukuhan ini turut disaksikan oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Forkopimca, wali nagari se-Kecamatan IV Koto, hingga perwakilan dari sektor perbankan dan pendidikan, seperti BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, Pegadaian Syariah, KPPN Bukittinggi, serta Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Bukittinggi.

Kehadiran berbagai elemen ini diharapkan mampu memberikan dukungan ekosistem yang lebih kuat bagi pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut.