Ranah

Kemnaker dan Indo-Rama Berdayakan Kelompok Tenaga Kerja Mandiri di Purwakarta

9
×

Kemnaker dan Indo-Rama Berdayakan Kelompok Tenaga Kerja Mandiri di Purwakarta

Sebarkan artikel ini
kemnaker-dan-indo-rama-perkuat-kelompok-tenaga-kerja-mandiri-di-purwakarta
Kemnaker dan Indo-Rama Perkuat Kelompok Tenaga Kerja Mandiri di Purwakarta

Purwakarta – Lima kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di Purwakarta resmi menerima suntikan modal usaha melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Ketenagakerjaan dan PT Indo-Rama Synthetics Tbk pada Jumat (7/8/2026).

Program ini menjadi instrumen vital dalam menekan angka pengangguran melalui pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Sebanyak tiga kelompok TKM lanjutan dan dua kelompok TKM pemula terpilih sebagai penerima bantuan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan akar rumput.

Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, memastikan seluruh penerima telah melewati proses seleksi yang sangat ketat dan cermat.

Pihaknya menilai kelompok terpilih tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada PT Indo-Rama Synthetics Tbk yang kembali melanjutkan kemitraan strategis ini, bantuan yang diserahkan hari ini merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang dan cermat,” ujar Sugeng.

Alokasi dana bantuan disesuaikan dengan kebutuhan operasional spesifik masing-masing tahapan bisnis kelompok.

Kelompok lanjutan akan mengoptimalkan dana tersebut untuk modernisasi mesin produksi, perluasan kapasitas output, hingga penetrasi pasar digital.

Bagi kelompok pemula, dukungan modal ini berfungsi sebagai fondasi awal agar bisnis mereka mampu bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.

Sugeng menekankan pentingnya transformasi paradigma masyarakat agar beralih dari sekadar pencari kerja menjadi sosok pencipta lapangan kerja.

“Inilah esensi Program Tenaga Kerja Mandiri, yaitu mengubah pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” tegasnya.

Rekam jejak kemitraan serupa pada tahun sebelumnya terbukti efektif dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan rantai pasok ekonomi lokal.

Para penerima bantuan kini dituntut menjaga kedisiplinan serta terus berinovasi demi mewujudkan sektor usaha yang tangguh dan mandiri bagi daerah.