Ranah

Pemkot Padang Deklarasikan Perlawanan Terhadap Narkoba dan Perilaku Menyimpang Sosial

67
×

Pemkot Padang Deklarasikan Perlawanan Terhadap Narkoba dan Perilaku Menyimpang Sosial

Sebarkan artikel ini
walikota-padang-apresiasi-lkaam-dan-forkopimda-sumbar-deklarasi-tolak-narkoba-dan-lgbt
Walikota Padang Apresiasi LKAAM dan Forkopimda Sumbar Deklarasi Tolak Narkoba dan LGBT

Padang – Upaya membentengi generasi muda Sumatera Barat dari ancaman narkoba, perilaku menyimpang, hingga aksi tawuran terus diperkuat. Komitmen kolektif ini diwujudkan melalui deklarasi bersama yang berlangsung di kawasan Car Free Day, depan Mapolda Sumatera Barat, Minggu (21/6).

Sebagai simbol perlawanan terhadap degradasi moral, jajaran Pemerintah Kota Padang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membubuhkan tanda tangan pada kain putih sepanjang satu kilometer. Aksi ini menjadi penanda keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga marwah masyarakat yang berpegang teguh pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Walikota Padang, Fadly Amran, memberikan apresiasi atas inisiatif Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar dan Forkopimda. Ia menegaskan bahwa menjaga nilai agama dan budaya adalah kunci agar daerah tetap diberkahi.

“Kami terus memperkuat pencegahan melalui program unggulan seperti Smart Surau dan Sinergi Nagari yang didukung peran Dubalang Kota,” ungkap Fadly. Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak lengah dalam mengawasi tumbuh kembang anak, mengingat keluarga merupakan garda terdepan dalam pembentukan karakter.

Senada dengan hal tersebut, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memandang deklarasi ini sebagai langkah perlindungan nyata bagi masa depan bangsa. Pihaknya kini mengintensifkan pembentukan Kampung Bebas Narkoba serta memberikan apresiasi bagi pemuda yang berkontribusi dalam kegiatan positif.

Tantangan besar masih membayangi, merujuk pada data survei prevalensi tahun 2019 yang mencatat sekitar 65 ribu warga Sumbar pernah bersentuhan dengan narkotika. Kepala BNNP Sumbar, Toton Rasyid, menekankan bahwa keterbatasan kapasitas rehabilitasi menuntut strategi pencegahan yang lebih masif. “Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan angka pengguna baru,” tegasnya.

Menanggapi urgensi tersebut, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Sati, mendesak pemerintah daerah di seluruh wilayah Sumatera Barat untuk mengalokasikan anggaran khusus. Dana tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan program pembinaan generasi muda sebagai tanggung jawab bersama.