Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, mendesak adanya reformasi kelembagaan pada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) agar memiliki independensi serta landasan hukum yang lebih kokoh.
Penguatan otoritas ini dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna menghadapi kompleksitas sektor perdagangan dan pesatnya transformasi ekonomi digital saat ini.
Dalam pertemuan bersama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/6/2026), Rahmat menekankan bahwa BPKN harus memiliki kewenangan penuh dalam menjalankan fungsi pengawasan, advokasi, hingga mediasi.
Ia berharap lembaga tersebut mampu beroperasi secara efektif tanpa intervensi pihak mana pun demi menjamin hak-hak masyarakat.
“Perlindungan konsumen harus diperkuat melalui BPKN yang independen, memiliki dasar hukum yang kuat, serta kewenangan yang memadai dalam menjalankan fungsi pengawasan, advokasi, mediasi, dan pemberian rekomendasi kebijakan tanpa intervensi pihak manapun,” ujar Rahmat.
Legislator dari Fraksi PKS ini menyoroti bahwa sektor-sektor vital seperti perdagangan elektronik, jasa keuangan, telekomunikasi, hingga energi kini menuntut kehadiran lembaga perlindungan yang lebih responsif.
Menurutnya, regulasi yang komprehensif sangat diperlukan agar BPKN mampu mengedepankan kepentingan konsumen di tengah tantangan ekonomi modern.
“Kita ingin BPKN ini lebih bekerja optimal ke depan, untuk mengedepankan kepentingan konsumen, termasuk menjawab tantangan ekonomi digital saat ini,” imbuhnya.
Selain menyoroti aspek kelembagaan, Rahmat juga memberikan dukungan penuh terhadap rencana Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan lembaga konsumen sedunia pada 2027 mendatang.
Agenda internasional tersebut dipandang sebagai momentum strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen nyata dalam perlindungan konsumen sekaligus memperluas jejaring kolaborasi global.
Ia meyakini bahwa penguatan ekosistem perlindungan konsumen akan memberikan dampak domino yang positif bagi stabilitas ekonomi nasional. “Konsumen terlindungi, usaha bertumbuh, ekonomi nasional semakin kuat,” pungkasnya.






