Ranah

Wabup Agam Kukuhkan 60 Anggota KSB Salareh Aia Perkuat Mitigasi Bencana

63
×

Wabup Agam Kukuhkan 60 Anggota KSB Salareh Aia Perkuat Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini
60-pengurus-ksb-nagari-salareh-aia-raya-dikukuhkan
60 Pengurus KSB Nagari Salareh Aia Raya Dikukuhkan

Salareh Aia – Pemerintah Kabupaten Agam memperkuat sistem mitigasi bencana di Kecamatan Palembayan dengan mengukuhkan 60 anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Salareh Aia Raya. Pengukuhan yang dipimpin Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, di Halaman Kantor Nagari Salareh Aia Utara, Selasa (23/6), menjadi langkah konkret daerah dalam membangun ketangguhan komunitas menghadapi potensi ancaman bencana.

Kehadiran unit ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menanamkan budaya sadar bencana. Muhammad Iqbal menegaskan bahwa peran anggota KSB sangat vital dalam menjembatani edukasi warga serta memastikan koordinasi lintas pihak berjalan efektif saat situasi darurat.

“Melalui wadah ini, edukasi masyarakat akan lebih merata, koordinasi lintas pihak semakin kuat, dan kesiapan kita dalam merespons situasi darurat menjadi lebih terukur,” ujar Iqbal dalam arahannya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Vila Erdi, mengungkapkan bahwa KSB merupakan hasil sinergi lintas instansi, mulai dari Kelompok Kerja Kesiapsiagaan dan Mitigasi Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos RI, hingga jajaran Dinas Sosial di tingkat provinsi dan kabupaten. Selama empat hari, program ini telah merampungkan serangkaian agenda, mencakup sosialisasi bagi 70 warga, pelatihan teknis bagi relawan, hingga simulasi prosedur operasional standar (SOP) yang melibatkan 275 orang.

Cakupan wilayah KSB ini meliputi empat nagari di Kecamatan Palembayan, yakni Salareh Aia Utara, Salareh Aia, Salareh Aia Barat, dan Salareh Aia Timur. Struktur keanggotaannya pun dirancang inklusif dengan merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari tenaga kesehatan, pendidik, pelaku usaha, tokoh agama, hingga kalangan pelajar.

Dukungan serupa datang dari Kabid Linjamsos Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Jhonneri. Ia memandang langkah ini sebagai investasi strategis dalam mewujudkan kemandirian daerah menghadapi risiko bencana.

Vila Erdi menambahkan, efektivitas KSB ke depan sangat bergantung pada keaktifan para anggota. “Besar harapan lembaga ini mampu menjalankan fungsinya secara aktif, sehingga keselamatan warga di wilayah ini lebih terjamin melalui sistem mitigasi yang terorganisir dan tangguh,” tutupnya.