Padang – Universitas Andalas resmi mengukuhkan tujuh Guru Besar baru dalam sebuah prosesi sakral yang dihelat di Convention Hall Unand, Sabtu (27/6/2026).
Salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam momentum bersejarah tersebut adalah akademisi Fakultas Teknik, Prof. Ir. Mas Mera, MT., PhD.
Pakar Mekanika Fluida dan Hidrolika ini menyampaikan orasi ilmiah bertajuk āKetepatan Tipologi Bangunan Pelindung: Sinkronisasi Kinerja Struktur dengan Karakteristik Bencana Hidrometeorologiā.
Gagasan tersebut menjadi manifestasi dari dedikasi akademiknya selama empat dekade dalam merespons ancaman perubahan iklim terhadap infrastruktur air.
Karier dosen Teknik Sipil ini di Universitas Andalas telah dimulai sejak tahun 1992 silam.
Langkah panjang sang profesor ditempa melalui pendidikan jenjang Magister di Institut Teknologi Bandung serta riset mendalam di Yokohama National University, Jepang.
Ia kemudian menuntaskan studi doktoral di The University of New South Wales, Australia, dengan spesialisasi pada pemodelan numerik.
Selain produktif dalam riset, ia telah melahirkan sembilan buku ajar yang kini menjadi rujukan utama bagi mahasiswa teknik di seluruh Indonesia.
Kontribusinya pun menjangkau ranah praktis sebagai tenaga ahli pada Komisi IV DPRD Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai Sumatra V.
Bagi Prof. Mas Mera, gelar jabatan tertinggi ini merupakan amanah besar untuk terus mendorong inovasi ilmu pengetahuan.
Ia berkomitmen untuk terus memacu riset mengenai konstruksi air yang adaptif terhadap karakteristik bencana di Indonesia.
Pencapaian ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi almamater yang mengiringi langkahnya sejak menempuh pendidikan dasar di Pasaman.
Kisah perjalanan hidupnya menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda bahwa ketekunan putra daerah mampu menembus batas prestasi akademik berskala internasional.






