Banjarbaru – PT Cipta Kridatama (CK) menggeber pengembangan sumber daya manusia lokal melalui penyelenggaraan Advance Development Operator Program (ADOP) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sebanyak 28 operator muda asal Meulaboh, Aceh Barat, terpilih mengikuti pelatihan intensif yang berlangsung sejak 3 hingga 12 Juni 2026.
Anak usaha PT ABM Investama Tbk ini menjalin kolaborasi strategis dengan TNI untuk menggembleng mental serta kedisiplinan para peserta melalui program Bintalfisdis dan Bela Negara.
Kurikulum pelatihan mencakup kombinasi antara penguasaan teori, simulasi canggih, hingga praktik langsung di lapangan atau On Job Training (OJT).
Para operator muda tersebut dipersiapkan secara khusus untuk mengoperasikan unit alat berat kelas berat, yakni Off Highway Truck (OHT) CAT 773 berkapasitas 60 ton.
Direktur CK, Roni Setyawan, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan upaya nyata perusahaan dalam melahirkan “Operator Juara” yang produktif dengan standar keselamatan kerja optimal.
Integrasi antara pelatihan militer dan kompetensi teknis menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan target operasional tanpa kecelakaan atau zero fatality di zona pertambangan.
Roni menekankan bahwa disiplin tinggi merupakan elemen vital dalam menekan potensi kelalaian manusia saat berada di balik kemudi alat berat.
“Kami ingin memastikan setiap operator tidak hanya ahli mengendalikan alat berat, tetapi juga memiliki kesadaran penuh akan keselamatan karena disiplin tinggi adalah kunci utama mencegah kelalaian,” ujar Roni.
Seluruh peserta yang lulus nantinya akan langsung diserap ke wilayah operasional MIFA di Aceh Barat guna memperkuat daya saing tenaga kerja setempat.
Salah satu peserta, Riski Darmawansyah, menilai program ini sebagai gerbang emas bagi putra daerah untuk meniti karier profesional di industri pertambangan.
Ia bersama rekan-rekannya berikrar untuk mengimplementasikan budaya disiplin dan efisiensi yang telah ditempa selama masa pelatihan.
Harapan serupa disampaikan Teuku Hamzah, yang optimistis angkatan pertama ini dapat menjadi pionir bagi generasi muda Aceh lainnya untuk berkontribusi signifikan pada pembangunan ekonomi nasional.






