Ranah

Pemkot Padang Gandeng Kampus dan Pegadaian Perkuat Mitigasi Bencana Alam

30
×

Pemkot Padang Gandeng Kampus dan Pegadaian Perkuat Mitigasi Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
fadly-amran-dorong-kolaborasi-mitigasi-bencana-dalam-ceo-talk-unand-dan-pt-pegadaian
Fadly Amran Dorong Kolaborasi Mitigasi Bencana dalam CEO Talk Unand dan PT Pegadaian

Padang – Pemerintah Kota Padang menggandeng sektor akademik dan korporasi untuk membangun sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh guna menghadapi ancaman gempa megathrust serta banjir bandang.

Sinergi tersebut mengemuka dalam forum CEO Talk yang mempertemukan Pemerintah Kota Padang, Universitas Andalas, dan PT Pegadaian di Auditorium Universitas Andalas, Senin (29/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, diserahkan hasil riset krusial bertajuk Program Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa posisi geografis kota di kawasan Cincin Api menuntut kewaspadaan yang tidak boleh kendur.

“Kota Padang harus terus mempersiapkan diri karena berada di kawasan Ring of Fire dan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, dan yang bisa kita lakukan adalah memperkuat mitigasi agar risikonya semakin kecil,” ungkap Fadly.

Pemerintah kota saat ini tengah mengoptimalkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) untuk mempercepat respons masyarakat saat terjadi ancaman.

Selain aspek teknologi, Fadly meyakini bahwa ketahanan lingkungan merupakan pilar fundamental dalam meminimalisir dampak bencana.

Sektor kebersihan lingkungan yang kini berada di peringkat kedelapan nasional menjadi modal dasar bagi Kota Padang untuk membentuk ekosistem masyarakat yang tangguh.

Pemerintah berkomitmen memperkuat tata kelola bank sampah melalui penambahan sarana operasional serta penerapan sistem digitalisasi.

“Harapannya, masyarakat dapat mengetahui jumlah sampah yang disetorkan beserta nilai tabungan emasnya secara real time,” imbuh Fadly mengenai inovasi pengelolaan sampah tersebut.

Wakil Rektor III Universitas Andalas, Kurnia Warman, menjelaskan bahwa riset kolaboratif mereka telah menghasilkan model mitigasi komprehensif berbasis komunitas.

Model tersebut mencakup integrasi teknologi deteksi dini hingga pemanfaatan masjid sebagai pusat informasi serta titik evakuasi bagi warga.

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Agus Riyadi, menyatakan dukungannya terhadap riset yang digagas Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas tersebut.

Dukungan ini merupakan bentuk nyata kontribusi korporasi dalam menciptakan prototipe mitigasi yang dapat diterapkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia.