Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah mengakselerasi langkah strategis untuk menetapkan kawasan Sawahlunto-Sijunjung-Dharmasraya (SSD) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Inisiatif ini dirancang khusus guna melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memicu derasnya investasi serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.
Agenda percepatan usulan tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi di Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumatera Barat pada Senin (6/7/2026).
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, memimpin langsung pembahasan strategis tersebut bersama para kepala daerah terkait.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, serta Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah.
Langkah kolaboratif ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk mengintegrasikan potensi wilayah agar pembangunan tidak lagi berjalan secara parsial.
Vasko menekankan bahwa integrasi antara Sawahlunto, Sijunjung, dan Dharmasraya akan menciptakan nilai tambah yang saling melengkapi dalam satu jalur pembangunan.
“Kita ingin pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri dan manfaatnya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” tegas Vasko.
Pengembangan kawasan SSD mencakup spektrum luas, mulai dari penguatan sektor industri, konektivitas antarwilayah, sistem logistik, hingga optimalisasi energi hijau dan pariwisata.
Peningkatan aksesibilitas di kawasan tersebut diyakini menjadi kunci utama dalam menarik minat investor.
Sebagai wujud keseriusan, seluruh kepala daerah telah meneken komitmen bersama untuk menuntaskan berbagai persyaratan teknis yang disyaratkan pemerintah pusat.
Dokumen kesepakatan tersebut mencakup penyelarasan tata ruang, penyediaan lahan, kajian teknis mendalam, serta harmonisasi kebijakan lintas wilayah.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini sebagai upaya mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Kami siap mendukung sesuai kewenangan dan kemampuan keuangan daerah masing-masing,” tandas Annisa.
Status PSN diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing daerah secara signifikan di masa depan.






