Ranah

Pemkot Padang Panjang Salurkan Bantuan Pertanian untuk Kendalikan Inflasi Daerah

77
×

Pemkot Padang Panjang Salurkan Bantuan Pertanian untuk Kendalikan Inflasi Daerah

Sebarkan artikel ini

Padang Panjang – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang menggelontorkan dana bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp300 juta demi memperkokoh ketahanan pangan sekaligus meredam laju inflasi daerah.

Inisiatif lintas sektor ini menyasar dua target utama, yakni akselerasi budidaya cabai dan optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah tangga.

Sebanyak 198 petani yang menggarap lahan seluas 9,90 hektare mendapatkan alokasi bantuan sebesar Rp240 juta berupa benih cabai merah, mulsa plastik, serta pupuk NPK non-subsidi.

Sementara itu, dana sebesar Rp60 juta disalurkan untuk memberdayakan 200 rumah tangga yang tersebar di 10 kelurahan melalui distribusi bibit sayuran, pupuk, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, meyakini kondisi geografis daerahnya memiliki potensi besar untuk menggenjot produktivitas komoditas cabai secara signifikan.

“Kita ingin petani lebih banyak menanam cabai karena iklim Padang Panjang sangat cocok,” ujar Hendri saat menyerahkan bantuan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (13/7/2026).

Langkah ini diproyeksikan mampu menjaga stabilitas pasokan di pasar lokal agar tekanan inflasi dapat ditekan secara berkelanjutan.

Pemerintah kota bahkan telah menyiapkan rencana ekspansi program pada 2027 dengan skema bantuan bibit ayam, bebek, serta ikan bagi masyarakat yang memiliki ketersediaan lahan.

Dalam sesi dialog, para petani mengeluhkan tingginya biaya pestisida, minimnya suplai kompos, serta kendala subsidi bahan bakar untuk alat dan mesin pertanian (alsintan).

Menanggapi aspirasi tersebut, Hendri menginstruksikan Dinas Pangan dan Pertanian untuk memprioritaskan pembuatan pestisida nabati sebagai solusi efisiensi biaya serta menjaga ekosistem lingkungan.

Dinas terkait juga diwajibkan melakukan pengkajian kebutuhan bahan bakar alsintan serta menggenjot kapasitas produksi kompos lokal secara mandiri.

Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti setiap kendala petani melalui forum diskusi rutin yang akan digelar setiap bulan.

Prosesi penyerahan bantuan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, di antaranya Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana dan Kapolres AKBP Wisnu Hadi.