RanahSosial

Surau Kakbah Nyiak Tuah Gelar MTQ Lansia Semarakkan HUT RI dan Maulid

57
×

Surau Kakbah Nyiak Tuah Gelar MTQ Lansia Semarakkan HUT RI dan Maulid

Sebarkan artikel ini
mtq-lansia-pra-lansia-semarakkan-hut-ri-ke-81-dan-maulid-nabi-di-surau-ka’bah
MTQ Lansia- Pra Lansia Semarakkan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi di Surau Ka’bah

Ampek Angkek – Surau Kakbah Nyiak Tuah di Nagari Panampuang, Kabupaten Agam, menjadi episentrum perayaan ganda dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Kemeriahan perhelatan ini memuncak pada Selasa (25/8) melalui pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang secara khusus menyasar kategori lansia dan pra-lansia.

Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria, hadir mewakili Bupati Agam untuk meresmikan rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.

Ketua Panitia, Ulyanef St Menan, menyebut agenda ini sebagai upaya strategis dalam mensyiarkan Islam sekaligus merayakan momentum hari besar nasional dan kelahiran Rasulullah SAW.

Terdapat tiga rangkaian utama yang disuguhkan, yakni perlombaan MTQ, kegiatan jalan santai, serta Festival Rabano.

Gelombang antusiasme masyarakat dari tiga kecamatan, yakni Ampek Angkek, Baso, dan Canduang, tampak memadati lokasi acara.

Perlombaan MTQ bagi kelompok lansia dan pra-lansia menjadi daya tarik utama karena mampu mempererat silaturahmi sekaligus memupuk kecintaan terhadap Al-Quran di usia senja.

Syatria memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini karena berhasil mentransformasi fungsi surau sebagai pusat aktivitas sosial, budaya, hingga ekonomi masyarakat.

Konsep pemberdayaan tersebut dinilai selaras dengan program Nagari Creative Hub berbasis masjid yang tengah digalakkan pemerintah daerah.

Ia berharap model pengelolaan surau seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain agar surau kembali menjadi pusat pendidikan akhlak dan kebersamaan umat.

Peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan momentum nyata untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Tokoh masyarakat setempat, Benni Warlis, menilai perlombaan MTQ bagi lansia memiliki keunikan tersendiri karena mendobrak stigma bahwa kompetisi keagamaan hanya milik generasi muda.

Ia menegaskan bahwa semangat belajar dan beribadah tidak memiliki batasan usia.

Benni berharap kegiatan ini dapat berlanjut secara konsisten sebagai gerakan untuk menghidupkan surau sebagai pusat pembinaan umat yang religius dan peduli sesama.