Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjalin kemitraan strategis dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) guna mengakselerasi perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, meresmikan komitmen kolaborasi tersebut dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KAHMI Sumbar di Auditorium Universitas Negeri Padang, Sabtu (18/7/2026).
Pemerintah daerah membuka lebar ruang dialog bagi para alumni untuk memberikan kontribusi berupa kajian ilmiah dan rekomendasi strategis bagi kemajuan Sumbar.
Vasco menilai keragaman profesi yang dimiliki anggota KAHMI merupakan aset krusial dalam menyusun gagasan konstruktif di tingkat pemerintahan.
“KAHMI merupakan organisasi yang telah banyak melahirkan pemimpin bangsa,” tegas Vasco dalam sambutannya.
Agenda Muswil ini diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan baru yang solid serta berfungsi sebagai inkubator pembinaan generasi muda berintegritas.
Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menekankan urgensi transformasi organisasi untuk merespons tantangan zaman dengan semangat kebangsaan yang tinggi.
Doli bahkan menyarankan agar Sumatera Barat segera mengajukan diri sebagai tuan rumah Muktamar Nasional KAHMI untuk memacu promosi daerah sekaligus pertumbuhan ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, menggarisbawahi pentingnya menjadikan kearifan lokal serta pelestarian sejarah sebagai fondasi utama pengembangan sektor pariwisata.
Dedi juga mendorong pemerintah untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan secara adil demi menjamin kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan.
Rangkaian forum ini menjadi momentum krusial untuk mempererat sinergitas antara pemerintah, kaum akademisi, dan elemen masyarakat demi mencapai kualitas pembangunan Sumatera Barat yang lebih baik.






