Ranah

Pupuk Kaltim Pacu Produksi 3,44 Juta Ton Demi Perkuat Ketahanan Pangan

68
×

Pupuk Kaltim Pacu Produksi 3,44 Juta Ton Demi Perkuat Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
pupuk-kaltim-catat-produksi-3,44-juta-ton-semester-i-2026,-dukung-ketahanan-pangan-lewat-operasional-berkelanjutan
Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton Semester I 2026, Dukung Ketahanan Pangan Lewat Operasional Berkelanjutan

Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) membukukan performa operasional yang solid dengan mencatatkan total produksi sebesar 3,44 juta ton sepanjang semester pertama 2026.

Capaian tersebut setara dengan 52,32 persen dari target tahunan yang ditetapkan perusahaan.

Rincian volume produksi mencakup 1,85 juta ton Urea, 1,42 juta ton Amonia, serta 165 ribu ton NPK.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menyatakan bahwa keberhasilan ini bersumber dari konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional.

Optimalisasi kinerja dilakukan secara masif demi menjamin ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian nasional tepat waktu dan tepat jumlah.

Manajemen menargetkan akses petani terhadap pupuk harus terjamin untuk mendongkrak produktivitas lahan pertanian di seluruh tanah air.

Berkaca pada keberhasilan melampaui target produksi di tahun 2025, perusahaan optimistis dapat mempertahankan tren positif ini hingga tutup tahun.

Strategi Operational Excellence menjadi fondasi utama dalam menggenjot efisiensi di seluruh lini bisnis.

Integrasi inovasi berbasis smart production serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia berperan vital sebagai motor penggerak kualitas produk.

Selain produktivitas, Pupuk Kaltim kini menempatkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai jantung operasional perusahaan.

Bukti konkret komitmen efisiensi energi terlihat dari rampungnya proyek peremajaan Ammonia Pabrik-2 pada awal 2026.

Teknologi mutakhir tersebut sukses memangkas konsumsi gas sebesar 10 persen dan menekan emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.

Langkah strategis lainnya diwujudkan melalui pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia yang mengolah emisi CO2 sebagai bahan baku utama.

Fasilitas inovatif ini diproyeksikan mampu menyerap 174.000 ton CO2 saat beroperasi penuh nantinya.

Perusahaan kini juga tengah mengeksplorasi pengembangan clean ammonia sebagai upaya nyata transisi menuju industri pupuk rendah karbon.

Manajemen memandang integrasi prinsip keberlanjutan ini sebagai investasi krusial bagi masa depan bisnis perusahaan.

Pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan akan terus diselaraskan dengan pelestarian lingkungan demi menjaga ketahanan pangan nasional secara konsisten.