Feature

Dompet Dhuafa Singgalang Targetkan 5 Ribu Relawan

185
×

Dompet Dhuafa Singgalang Targetkan 5 Ribu Relawan

Sebarkan artikel ini
Peserta Pelatihan Volunteer Dompet Dhuafa 2013
Peserta Pelatihan Volunteer Dompet Dhuafa 2013
Peserta Pelatihan Volunteer Dompet Dhuafa 2013

Dompet Dhuafa targetkan dua dari 10 warga Indonesia jadi relawan kemanusiaan. Jumlah relawan dengan perbandingan tersebut paling lambat tercapai di 2023 nanti. Sementara untuk target Sumbar, relawan yang harus terekrut melalui DD Volunteer Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) paling tidak 5000 orang.

Pentingnya jumlah relawan yang banyak itu dikarenakan begitu komplitnya persoalan kemanusiaan yang terjadi sekarang. Bisa dibayangkan pada puluhan tahun yang akan datang, persoalan kemanusiaan akan terus bertambah. Jadi, orang yang memiliki jiwa kerelawanan tentu harus pula meningkat.

Demikian dikatakan Branch Manajer Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, ketika menyampaikan materi dalam acara Pelatihan Volunteer Dompet Dhuafa 2013 di Aula Bank Indonesia, Sabtu-Minggu (23-24/11).

Pelatihan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan. Dari pelajar/mahasiswa hingga mereka yang sudah memiliki profesi khusus. Bahkan, berdasar kepeduliannya terhadap persoalan kemanusiaan, Kepala Bank Indonesia pun bergabung dalam DD Volunteer.

Hingga sekarang jumlah relawan DDS baru mencapai angka 300 orang. Pelatihan volunteer dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada orang lain tentang kemanusiaan. Berbuat untuk kemanusiaan tidak hanya dilakukan di satu tempat, tapi dimanapun sesorang berada ia bisa bersikap peduli kepada orang lain.

Pelatihan juga diisi oleh General Manager Corsec DD, Rudi Ardiansyah dan relawan internasional Bambang Suherman. Bambang yang sudah berangkat keliling daerah bencana tambah membuat antusias para peserta. Pengalaman hadir sebagai bagian dari kerelawanan di daerah bencana adalah kebahagiaan sendiri.

“Bukankah manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain? Maka dengan kerelawanan, jiwa kepedulian yang tinggi, kemanfaatan diri bagi orang lain akan lebih tergali,” ujarnya.

J.S. Khairen berbicara di depan mahasiswa UNP dalam seminar "Menulis dari Akar: Syair, Syiar, dan Sastra Masa Kini" di Auditorium UNP, Padang.
Feature

Penulis J.S. Khairen menginspirasi mahasiswa UNP dalam seminar di acara Ngaji Literasi x Semesta Buku. Ia berbagi kisah di balik novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” yang mengisahkan perjuangan dua anak miskin untuk meraih pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.