Jakarta – Aktivitas mencurigakan terdeteksi pada rekening dana nasabah (RDN) milik PT Panca Global Sekuritas di Bank Central Asia (BCA).
Penarikan dana berulang dalam waktu singkat memicu investigasi mendalam.
Manajemen Panca Global Sekuritas menduga pengalihan dana tersebut tidak sesuai dengan tujuan awal, yaitu transaksi di pasar modal. Dugaan sementara, dana ditransfer keluar melalui fasilitas BCA Klik Bisnis.
Direktur PT Panca Global Kapital Tbk, Trisno Limanto, menyatakan pihaknya tengah menghitung kerugian akibat kejadian ini. Sebelumnya, dilaporkan pembobolan rekening merugikan nasabah sekitar Rp 70 miliar.
Sebagai respons, Panca Global Sekuritas mengklaim telah mengembalikan dana yang terdampak ke RDN pada 10 September 2025. Sistem yang diduga mengalami gangguan juga telah dinonaktifkan.
Corporate Secretary BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, memastikan sistem BCA dalam kondisi aman. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Panca Global Sekuritas dan institusi penerima dana untuk investigasi lebih lanjut.
BCA menegaskan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis untuk mengamankan data dan transaksi digital nasabah.
RDN sendiri merupakan rekening khusus yang wajib dimiliki investor untuk bertransaksi di pasar modal, seperti jual-beli saham, reksadana, obligasi, dan efek lainnya.
Sebagai catatan, kasus pembobolan rekening bukan kali pertama terjadi di BCA. Pada tahun 2023, rekening tabungan senilai Rp 320 juta juga dilaporkan dibobol.






