Agam – Akses jalan utama di Jorong Gobah, Agam, Sumatera Barat, terancam putus akibat hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Marapi. Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian warga setempat.
Jalan yang menghubungkan beberapa jorong dan dusun ini, menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian seperti hortikultura dan gula saka ke pasar. Jorong Gobah sendiri dikenal sebagai penghasil utama gula saka.
Camat Canduang, Syahrul Hamidi, mengatakan, saat ini hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas dengan hati-hati. Kendaraan roda empat tidak dapat melewati jalan tersebut.
“Kondisi bahu jalan yang terban cukup parah,” ungkap Syahrul Hamidi usai meninjau lokasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan dinas terkait telah meninjau lokasi kejadian. Perbaikan jalan diharapkan dapat segera dilakukan.
Sekretaris Nagari Bukik Batabuah, Yuserman, menjelaskan, jalan terban terjadi akibat hujan deras pada Sabtu malam (27/9). Pemerintah Nagari telah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Agam melalui Sekda Agam dan BPBD Kabupaten Agam.
Petugas TKSK Canduang, Zulhendri Malin, menambahkan, jalan yang terban merupakan akses vital bagi masyarakat Jorong Gobah, termasuk akses bagi pelajar menuju sekolah.
Bahu jalan yang terban menimbun Lurah Pua sepanjang 22 meter dengan tinggi sekitar 16 meter. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera.






