BudayaRanahTeknologi

Bundo Kanduang Menginspirasi, SMP Tanah Datar Makin Berdaya

218
×

Bundo Kanduang Menginspirasi, SMP Tanah Datar Makin Berdaya

Sebarkan artikel ini
smp-1-tanjung-baru-dan-smp-1-lintau-buo-sekolah-binaan-bundo-kanduang-tanah-datar
SMP 1 Tanjung Baru dan SMP 1 Lintau Buo Sekolah Binaan Bundo Kanduang Tanah Datar

Batusangkar – Kabupaten Tanah Datar terus menggencarkan upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pelestarian budaya. Langkah terbaru, dua sekolah ditetapkan sebagai sekolah binaan Bundo Kanduang.

SMP 1 Tanjung Baru dan SMP 1 Lintau Buo kini resmi menyandang status sekolah binaan Bundo Kanduang Kabupaten Tanah Datar.

Wakil Bupati (Wabup) Ahmad Fadly hadir langsung meresmikan program ini di aula SMP N 1 Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Baru, baru-baru ini.

Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bundo Kanduang dalam mendukung visi Kabupaten Tanah Datar.

“Program ini adalah wujud nyata dukungan Bundo Kanduang dalam mewujudkan visi kabupaten, yaitu Terwujudnya Tanah Datar Madani yang Maju dan Berkelanjutan berdasarkan ABS SBK,” ungkapnya.

Wabup berharap sekolah binaan ini dapat menjadi solusi atas keresahan terkait perkembangan zaman.

“Sekolah binaan Bundo Kanduang diharapkan mampu mengatasi memudarnya nilai adat dan budaya, menipisnya nilai akhlak dan moral, serta lemahnya ilmu agama di kalangan generasi muda,” tegasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, namun harus disiasati agar tidak merusak generasi emas Tanah Datar.

“Ponsel pintar sudah merasuk ke berbagai sendi kehidupan. Tugas kita adalah mengarahkan agar gadget tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga menambah ilmu pengetahuan,” katanya.

Wabup meminta seluruh pihak terkait, termasuk OPD, kepala sekolah, dan guru, untuk mendukung program ini dengan membangun sinergi yang baik.

Penasehat Bundo Kanduang Kabupaten Tanah Datar, Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, menambahkan bahwa sekolah binaan ini adalah upaya mendukung program unggulan Bupati dan Wabup.

Kadis Sosial dan PPA, Hendra Setyawan, menjelaskan bahwa program ini memiliki tiga tujuan utama.

“Tujuan utamanya adalah menanamkan dan melestarikan adat dan budaya Minangkabau, mewujudkan generasi emas 2045, dan memastikan pewarisan adat budaya tidak hilang dalam modernisasi,” pungkasnya.