Jakarta – Bank Indonesia (BI) berencana memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga ke India dan Arab Saudi.
Rencana ini diungkapkan Gubernur BI Perry Warjiyo usai keberhasilan kerja sama QRIS antarnegara dengan Jepang.
Saat ini, BI juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan Korea Selatan dan Cina.
“Kami juga sedang rintis dengan Korea Selatan di samping Saudi Arabia dan India,” kata Perry dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Kamis (13/11/2025).
Perry tidak merinci target dari perluasan jangkauan QRIS ini.
Namun, ekspansi ini menjadi bagian dari kebijakan sistem pembayaran BI untuk penggunaan QRIS di dalam dan luar negeri.
Sebelumnya, pada 25 Agustus lalu, BI mengumumkan bahwa masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Jepang, termasuk Osaka, sudah bisa menggunakan QRIS.
Transaksi dengan QRIS sudah bisa dilakukan di sejumlah tenant di Pavilion Indonesia di Osaka, Jepang.
Layanan QRIS di Cina ditargetkan dapat digunakan pada akhir 2025.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta sebelumnya mengungkapkan bahwa QRIS mulai bisa digunakan di Korea Selatan tahun depan.
“Korea Selatan mungkin di tahun depan sebelum pertengahan mungkin kita sudah bisa,” ujarnya dalam acara pembukaan Bulan Fintech Nasional (BFN) di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Filianingsih juga menyebutkan bahwa hingga September 2025, QRIS telah mencapai 10,33 miliar transaksi atau 158 persen dari target awal.
Sistem pembayaran digital ini telah menjangkau 58 juta pengguna dan 41 juta merchant atau pedagang di seluruh Indonesia.
Sebanyak 90 persen dari pedagang yang menggunakan QRIS adalah UMKM.
Filianingsih menambahkan bahwa layanan tersebut juga sudah digunakan di negara lain di kawasan regional seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.






