Ranah

Coupler Lepas, KA Majapahit Sempat Tertahan di Pasar Senen

456
×

Coupler Lepas, KA Majapahit Sempat Tertahan di Pasar Senen

Sebarkan artikel ini
viral-coupler-ka-majapahit-lepas,-begini-penjelasan-kai
Viral Coupler KA Majapahit Lepas, Begini Penjelasan KAI

Jakarta – Insiden terjadi pada Kereta Api Majapahit saat keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen, Jumat (14/11/2025). Alat perangkai atau coupler antara lokomotif dan gerbong terlepas.

PT KAI Daop 1 Jakarta membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, masinis langsung menghentikan kereta setelah mengetahui masalah itu.

“Petugas segera menyambungkan kembali coupler tersebut,” kata Ixfan dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/11/2025).

Setelah dilakukan pengecekan, kereta api melanjutkan perjalanan dengan keterlambatan sekitar dua menit.

Insiden ini terekam oleh seorang railfans yang sedang melakukan siaran langsung di YouTube.

Dalam video tersebut, terlihat jelas coupler Kereta Api Majapahit terlepas saat kereta mulai bergerak.

Railfans tersebut kemudian memberitahu masinis yang langsung menghentikan kereta dan melakukan pengecekan.

“Masinis segera melakukan pengereman, dan petugas di lapangan dengan sigap melakukan penyambungan ulang coupler,” ujar Ixfan.

Ixfan menambahkan bahwa masinis dan asisten masinis telah melakukan prosedur pemantauan rangkaian ke arah belakang saat awal pergerakan.

Meskipun coupler terlepas, rantai pengaman dan selang air brake tetap terhubung dan aman.

KAI mengapresiasi bantuan dari masyarakat dan petugas dalam penanganan insiden ini.

“Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memperkuat prosedur operasional di lapangan dan mencegah terulangnya kejadian serupa,” tegas Ixfan.

Kereta Api Majapahit terdiri dari lokomotif CC201 92 12, satu Kereta Pembangkit (P), delapan kereta kelas ekonomi (K3), dan satu kereta makan (KM1), melayani rute Jakarta-Malang.

KAI Daop 1 Jakarta meminta maaf atas keterlambatan yang disebabkan oleh kejadian ini.

Penyebab lepasnya coupler masih dalam pengusutan oleh petugas berwenang.