Jakarta – Transaksi digital di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menunjukkan tren positif. Bank Mandiri mencatat, penggunaan QRIS oleh UMKM meningkat signifikan hingga 45 persen.
Peningkatan ini terjadi setelah 150 pelaku usaha mengikuti Mandiri Micro Fest (MMF) 2025 di Medan, Surabaya, dan Jakarta.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menjelaskan kenaikan frekuensi transaksi QRIS Livin’ Merchant mencapai hampir 3.000 transaksi tambahan.
“Hal ini membuktikan bahwa pelaku UMKM peserta MMF 2025 berhasil meningkatkan kapasitas usahanya secara nyata,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
MMF 2025 sendiri merupakan program yang diinisiasi sejak Agustus 2025. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas usaha pelaku mikro.
Program ini terdiri dari empat tahapan pengembangan UMKM. Mulai dari Festival, Pelatihan dan Mentoring, Hyperlocal (promosi melalui influencer lokal), hingga Champion.
Pada tahap Festival, UMKM berkesempatan menampilkan produk unggulan kepada lebih dari 6.000 pengunjung di tiga kota.
Selanjutnya, tahap Pelatihan dan Mentoring menghadirkan mentor berpengalaman di Rumah BUMN. Fokusnya adalah pengelolaan keuangan dan strategi promosi.
Tahap Hyperlocal memberikan dukungan promosi melalui media sosial dengan kolaborasi influencer lokal.
Tahap Champion menjadi ajang bagi UMKM untuk mempresentasikan strategi ekspansi usaha jangka menengah.
MMF 2025 merupakan kolaborasi Bank Mandiri dengan Rumah BUMN dan Dinas Koperasi & UMKM setempat.
Sinergi ini mendukung agenda pembangunan nasional dengan membangun fondasi ekonomi mikro yang tangguh dan inklusif.
“Mandiri Micro Fest bukan sekadar festival, tetapi merupakan platform akselerasi bagi pelaku usaha mikro agar mampu naik kelas secara berkelanjutan,” pungkas Saptari.
Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi rakyat dan inklusi keuangan.






