
Pelaku industri sering melupakan antara satu jasa dengan jasa lainnya. Sehingga dalam melakukan kegiatannya seringkali tidak dapat mencapai dari apa yang dihasilkan atau tujuan dari jasa itu sendiri.
Kata James Stuart Managing The Brand Company saat meluncurkan buku mengenai manajemen merek perhotelan pertama dunia ” Hotel Brand Bites” yang merupakan kompilasi atas 24 artikel “Living Brands” di Jakarta, Kamis (4/12/2014).
Menurut Stuart mencontohkan bisa saja pelaku industri menggunakan tenaga ahli, namun bila pola pikirnya tidak sama dengan produk mereka atau brand yang ditampilkan sama saja dengan bohong. Akhirnya mereka menajalankannya tidak dengan hati , sehingga sikap yang ditampilkan akan tidak sesuai dengan keadaan yang diinginkan.
Terkait dengan peluncuran buku Hotel Brand Bites menurutnya bertujuan untuk merangsang keunggulan industri perhotelan sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi yang tercepat di dunia.
Kata Stuart tujuan dari diluncurkanya buku ini sangat sederhana , ditujukan untuk menantang norma-norma pembangunan merek serta menstimulasi perkembangan terhadap pendekatan baru guna membangun merek perhotelan dan jasa lain. ”
Seperti diketahui industri saat ini masih terobsesi fokus pada merek atau marketingnya, maka jasa yang paling unggul pun tercipta dengan mensejajarkan kultur organisasi dan keseluruhan pengalaman melalui strategi merek.
Buku Hotel Brand Bites antara lain, membahas topik yang terkait dengan perhotelan yang diulas dalam topik kepercayaan yang berlebih pada status hotel mewah, kemewahan dan elitisme, ketiadaan ‘sikap’ pada hotel berbudget rendah.
Kemudian kebutuhan untuk mensejajarkan strategi merek melalui penerimaan tenaga kerja baru, pelatihan dan proses performa manajemen, pentingnya untuk tidak mematikan kreativitas melalui kepercayaan berlebih pada standard merek.
Buku ini juga menyentuh sektor jasa lain , termasuk negara, perusahaan penerbangan serta jasa keuangan.
Stuart menambahkan mengingat buku ini merupakan penggalan-penggalan pendek dan tajam, maka akan dapat digunakan sebagai stimulan yang mudah untuk diserap dalam kehidupan sehari-hari. ” Dan perlu diketahui buku ini mengangkat bisnis yang menonjol yang tidak menyita waktu bagi para pekerja hotel di Asia untuk menyita waktu untuk membacanya.” kata Stuart.
Pada kesempatan yang sama Stuart juga mengingatkan merek menjadi sangat penting dan buku Brand Bites berhasil merangkum mana yang berhasil dan mana yang lebih penting serta mana yang gagal pada merek hotel dan pariwisata.
” Merupakan merek peingatan bagi banyak merek yang belum menemukan posisi mereka, namun justru mengerahkan sumber-sumber berharga untuk mendominasinya, kita banyak belajar dari buku ini.” kata Stuart
(Tribunnews.com)






