Jakarta – Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam mempercepat pencairan dana rekonstruksi pascabencana di Sumatera senilai Rp6 triliun.
Dukungan tersebut muncul setelah Mendagri mengajukan akselerasi anggaran kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, demi memulihkan sendi kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
Irman memandang suntikan dana ini sebagai instrumen krusial untuk mengembalikan stabilitas ekonomi serta kehidupan sosial warga.
“Upaya percepatan pencairan anggaran ini patut diapresiasi karena masyarakat di daerah terdampak membutuhkan penanganan yang cepat agar aktivitas ekonomi dan sosial kembali normal,” ujar Irman, Selasa (28/7/2026).
Skema anggaran besar ini menyasar empat sektor vital yang selama ini menjadi fondasi ekonomi dan sosial masyarakat Sumatera.
Pemerintah mengalokasikan Rp2,6 triliun kepada Kementerian Pertanian guna merevitalisasi lahan sawah dan perkebunan warga.
Sektor perikanan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1,5 triliun untuk pemulihan tambak udang serta sarana budidaya ikan.
Kementerian Agama menerima porsi sebesar Rp4,8 triliun yang diperuntukkan bagi perbaikan pondok pesantren, madrasah, serta rumah ibadah.
Selain itu, sektor UMKM memperoleh perhatian melalui alokasi dana Rp600 miliar demi membangkitkan kembali usaha kecil masyarakat.
Irman menilai pemilihan sektor-sektor tersebut sangat fundamental dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah secara masif dan berkelanjutan.
Anggota Komite I DPD RI ini mendesak agar seluruh proses birokrasi penyaluran dana dapat segera dirampungkan tanpa hambatan berarti.
“Kita berharap proses persetujuan dan pencairan anggaran ini dapat dilakukan secepat mungkin agar pemerintah pusat dan daerah segera bergerak melakukan rehabilitasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip transparansi serta ketepatan sasaran dalam eksekusi distribusi dana tersebut di lapangan.
Koordinasi lintas sektor menjadi syarat mutlak agar pengerjaan rehabilitasi berjalan efektif demi kesejahteraan para penyintas bencana.






