Ranah

Investor AS Minati Saham dan Obligasi Indonesia

159
×

Investor AS Minati Saham dan Obligasi Indonesia

Sebarkan artikel ini
purbaya:-investor-as-lebih-tertarik-instrumen-portofolio
Purbaya: Investor AS Lebih Tertarik Instrumen Portofolio

Washington DC – Investor Amerika Serikat menunjukkan minat tinggi pada instrumen investasi sektor keuangan Indonesia, seperti obligasi dan saham. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hal ini setelah bertemu dengan 18 investor ternama, termasuk perwakilan dari Goldman Sachs dan Fidelity Investments, di Washington DC pada Selasa, 14 April 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada investor mengenai arah kebijakan pertumbuhan dan pengelolaan anggaran Indonesia, serta menilai kredibilitas dan keberlanjutan strategi ekonomi pemerintah.

Purbaya menjelaskan bahwa investor AS lebih tertarik pada investasi portofolio, bukan investasi asing langsung (FDI). Instrumen yang paling diminati adalah pendapatan tetap (fixed income) dan saham (equity). “Sebagian ada yang minat fixed income, sebagian equity. Ini kan financial sector, bukan FDI,” ujarnya.

Menteri Keuangan yang menjabat sejak September 2025 ini optimistis minat investasi tersebut akan segera terealisasi dan mendorong pasar modal Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Sebelumnya, pada Senin, 13 April 2026, Purbaya juga telah bertemu dengan investor dari lima perusahaan manajer investasi internasional di New York, yaitu BlackRock, HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Lord Abbett, dan TD Asset Management. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya memaparkan kondisi makroekonomi Indonesia serta strategi pengelolaan fiskal pemerintah, yang disambut dengan keyakinan investor terhadap pengelolaan fiskal Indonesia dan mendorong minat mereka untuk berinvestasi di Tanah Air.