Ranah

PLN Operasikan Pompanisasi Tenaga Surya, Aliri 400 Hektare Sawah Tanah Datar

45
×

PLN Operasikan Pompanisasi Tenaga Surya, Aliri 400 Hektare Sawah Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
puluhan-tahun-menanti,-pompanisasi-tenaga-surya-kini-alirkan-air-ke-400-hektare-sawah-tanjung-barulak
Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Tenaga Surya Kini Alirkan Air ke 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak

Tanah Datar – Ratusan hektare lahan pertanian di Nagari Tanjung Barulak kini terbebas dari ketergantungan sistem tadah hujan berkat operasionalisasi sistem pompanisasi bertenaga surya.

Infrastruktur irigasi ramah lingkungan ini resmi diaktifkan pada Minggu (6/9/2026) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat.

Sistem ini mengalirkan air dari Batang Manganan melalui jaringan pipa sepanjang empat kilometer untuk menyuplai kebutuhan air di area persawahan warga.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar, Abdul Rahman Hadi, memproyeksikan fasilitas ini mampu mengairi sekitar 400 hektare lahan pertanian produktif.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menilai kehadiran teknologi ini sebagai jawaban atas penantian panjang masyarakat selama puluhan tahun.

“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab,” ujar Mahyeldi saat meresmikan proyek tersebut.

Pemerintah menargetkan kehadiran air yang stabil ini mampu mendongkrak intensitas tanam petani dari satu kali menjadi tiga kali dalam setahun.

General Manager PLN UID Sumbar, Ririn Rachma Wardini, mengungkapkan bahwa teknologi ini merupakan buah kolaborasi inovatif antara PLN dengan Fakultas Teknik Universitas Andalas.

Pihaknya berharap model pemanfaatan energi bersih ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Sumatera Barat demi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Mahyeldi menekankan pentingnya semangat gotong royong dan musyawarah antarwarga dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur tersebut.

Ia menginstruksikan seluruh elemen masyarakat untuk merawat jaringan pipa dan fasilitas pompanisasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah kini tengah merancang pengembangan bak penampungan air guna mengoptimalkan distribusi ke lahan-lahan yang lebih luas.

Proyek strategis ini merupakan hasil sinergi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Bank Nagari, hingga PT Semen Padang.

Ke depan, Gubernur berharap pembangunan fasilitas pendukung seperti ruang aktivitas warga dapat segera menyusul untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.