Ranah

INA Gandeng CIC dan SOFAZ Dorong Investasi ASEAN

113
×

INA Gandeng CIC dan SOFAZ Dorong Investasi ASEAN

Sebarkan artikel ini
ina-gabung-ke-platform-investasi-galaxy-orientis-china-asean
INA Gabung ke Platform Investasi Galaxy Orientis China-ASEAN

Beijing – Indonesia Investment Authority (INA), China Investment Corporation (CIC), dan State Oil Fund of the Republic Azerbaijan (SOFAZ) secara resmi membentuk platform investasi Galaxy Orientis China-ASEAN. Kolaborasi tiga dana kekayaan negara ini bertujuan mendorong aliran modal jangka panjang dan memperkuat kerja sama industri antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN melalui satu wadah investasi yang dikelola bersama.

Peluncuran platform tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Beijing, Tiongkok, pada 13 April 2026. Dalam struktur pengelolaan, CGS International Securities Pte. Ltd., yang merupakan unit internasional dari China Galaxy Securities, ditunjuk sebagai General Partner. Pada tahap penutupan awal, Galaxy Orientis China-ASEAN telah berhasil menghimpun dana sebesar US$ 520 juta, dengan target total investasi mencapai US$ 1 miliar.

Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan investasi pertama INA dalam skema funds-of-fund di bawah program tematik. Ia menegaskan, langkah ini memperkuat posisi INA sebagai mitra strategis dalam membuka akses terhadap peluang investasi berkualitas tinggi.

Eddy juga menambahkan, melalui platform ini, INA berupaya memfasilitasi aliran modal jangka panjang, keahlian, dan jaringan global dengan melibatkan investor institusional internasional ke sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

CEO CIC, Zhang Qingsong, menyatakan pembentukan Galaxy Orientis didasari keyakinan kuat terhadap prospek pertumbuhan ekonomi ASEAN dan potensi besar kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN. Ia menegaskan, platform ini akan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan berkualitas tinggi yang menargetkan pasar ASEAN, sehingga diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang solid sekaligus mendorong kemakmuran ekonomi kawasan.

CEO SOFAZ, Israil Mammadov, menilai pembentukan platform ini sebagai tonggak penting dalam strategi lembaganya untuk membangun kemitraan yang kuat antar dana kekayaan negara. Ia menambahkan, dengan menggabungkan keahlian kolektif dan modal jangka panjang, pihaknya berada pada posisi yang lebih baik untuk memanfaatkan percepatan integrasi perdagangan dan rantai pasok antara Tiongkok dan Asia Tenggara, serta berkontribusi pada diversifikasi portofolio investasi SOFAZ.