Ranah

Binus Bekasi Perkenalkan Beasiswa Emas Mahasiswa

194
×

Binus Bekasi Perkenalkan Beasiswa Emas Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
beasiswa-‘emas’-enggak-bikin-cemas
Beasiswa ‘Emas’ Enggak bikin Cemas

Jakarta – Di tengah biaya kuliah yang terus naik dan pasar kerja yang berubah cepat, banyak orangtua kini mempertimbangkan kembali pilihan pendidikan tinggi bagi anak mereka. Pertimbangannya bukan lagi semata soal kemampuan membayar, melainkan juga nilai jangka panjang yang bisa diperoleh dari investasi pendidikan tersebut.

Kondisi itu membuat keputusan memilih perguruan tinggi menjadi semakin kompleks. Orangtua ingin memastikan uang yang dikeluarkan untuk pendidikan anak benar-benar memberi manfaat nyata, bukan sekadar menambah beban pengeluaran di masa depan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Binus Bekasi menghadirkan Beasiswa Emas atau Empowering Achievement of Student. Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa berprestasi agar dapat mengakses pendidikan yang lebih terjangkau tanpa menurunkan kualitas pembelajaran.

Direktur Kampus Binus Bekasi, Gatot Soepriyanto, mengatakan beasiswa itu juga dirancang untuk menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja. Menurut dia, pembelajaran yang dipadukan dengan pengalaman industri dapat mempercepat mahasiswa memasuki karier profesional.

“Kami membantu mahasiswa mengurangi gap antara pendidikan dan dunia kerja. Dengan mengintegrasikan pengalaman industri langsung ke dalam pembelajaran, mahasiswa dapat memulai karier mereka lebih awal, memberikan return nyata kepada orangtua sebelum lulus,” ujarnya, Sabtu, 25 April 2026.

Faculty Member Binus University, Istiani, menambahkan bahwa pertimbangan orangtua dalam memilih pendidikan kini tidak lagi berhenti pada persoalan biaya. Ia menilai pendidikan telah dipahami sebagai investasi untuk masa depan anak.

“Ketika orangtua merasa bahwa investasi ini sudah memberikan nilai dan keuntungan, rasa cemas tentang biaya pendidikan dapat berkurang. Nah, kami menyediakan solusi finansial yang memberikan rasa aman, sekaligus memastikan anak mendapatkan pendidikan yang relevan dan siap untuk dunia kerja,” jelas Istiani.